Tingginya penggunaan kartu kredit oleh masyarakat selama musim libur Lebaran tidak bisa dihindari. Transaksi yang lebih praktis karena tidak perlu menarik uang tunai dari mesin ATM, ditambah dengan beragam promo dan diskon yang disediakan bank penerbit kartu kredit menjadi pendorongnya.

Bukan tidak mungkin, saking asyiknya menggesek kartu kredit untuk membayar dan membeli berbagai kebutuhan saat liburan, kamu tidak sadar bahwa limit kartu kredit kamu sudah terlewati.

Jika kamu sudah mengalokasikan dana khusus untuk membayar tagihan kartu kredit yang akan timbul, hal tersebut tentu tidak menjadi masalah.

Namun jika hal itu murni akibat kekhilafan kamu yang bablas menggunakan kartu kredit, tentu risiko gagal bayar yang berujung pada dikenakannya denda atas tagihan kartu kredit harus kamu tanggung.

Sebab penggunaan kartu kredit yang melebihi kemampuan bayar bisa membuat kamu terjebak dalam jeratan utang. Karena masih banyak masyarakat yang menilai kartu kredit yang dimilikinya sebagai uang tambahan. Padahal kartu kredit adalah fasilitas utang yang diberikan oleh bank dengan batas bunga 2,25 persen per bulan atau 27 persen per tahun.

Ilustrasi penggunaan kartu kredit (foto: cekaja.com)

Kelonggaran BNI dan BCA

Beruntung bagi kamu pengguna kartu kredit PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk alias BNI. Sebab, bank pelat merah tersebut melonggarkan batas waktu pelunasan tagihan kartu kredit (grace period) yang digunakan saat libur Lebaran.

Direktur Bisnis Konsumer BNI, Tambok P.S Simanjuntak mengakui selama libur Lebaran terjadi peningkatan transaksi kartu kredit. Hal ini karena banyaknya masyarakat yang menggunakan kartu kredit untuk membeli pakaian, tiket, hingga membayar penginapan.

“Biasanya saat libur Lebaran itu ada peningkatan sekitar 10-20% lah, sekitar segitu,” kata Tambok.

Menurutnya, perbankan akan memberi perlakuan khusus dalam melakukan penagihan kepada nasabah yang menggunakan kartu kredit bertepatan dengan libur Lebaran. Hal ini sesuai dengan ketentuan yang diterbitkan oleh regulator.

“Biasanya kita mundurkan beberapa hari dari tanggal jatuh tempo, memang aturanya seperti itu. Tapi kita juga mengingatkan supaya mereka melakukan pembayaran di jadwal baru yang sudah ditetapkan. Mengingatkan saja kan tidak apa-apa, supaya nggak lupa,” ujar Tambok.

Senada dengan BNI, Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Santoso Liem menjelaskan, perpanjangan grace period juga diberikan bagi nasabah kartu kredit yang diterbitkan perusahaannya. Kelonggaran ini diberikan agar nasabah BCA bisa bernafas lebih panjang pasca pengeluaran yang dilakukan secara besar-besaran saat hari raya.

“Kita selalu seperti itu, memberikan kelonggaran. Tapi kami juga mengingatkan kepada nasabah untuk melakukan pembayaran,” kata Santoso.

Bijak Menggunakan Kartu Kredit

Kelonggaran penagihan kartu kredit yang diberikan oleh BNI dan BCA bukan berarti kamu bisa menunda-nunda pelunasannya. Agar kamu tak terlilit kartu kredit, kamu sebaiknya sudah mempersiapkan sejumlah dana dengan memperhitungkan pembayaran bulan depan.

Penggunaan kartu kredit juga harus dilakukan secara terencana, jangan sampai khilaf atau lupa saat berbelanja menggunakannya.

Hindari juga hanya melakukan pembayaran minimum, karena hal tersebut hanya akan menumpuk total utang akibat bunga kartu kredit yang terus membengkak karena tagihan yang belum dilunasi akan dikenakan bunga.

Tinggalkan Balasan