Bank Indonesia (BI) terus melakukan sosialisasi standar kode respons cepat pembayaran nontunai nasional (QRIS) kepada masyarakat, yang telah diberlakukan mulai 1 Januari 2020. Kali ini menyasar kalangan millennial dengan menggelar lomba mural pada dinding-dinding Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, di Semarang.

Ajak berkarya lewat mural sekaligus mengurangi aksi vandalisme

Lomba murah tersebut menjadi rangkaian Pekan QRIS Nasional 2020. Sekaligus menjadi ajang guna mengurangi tindakan vandalisme yang kerap terjadi di tembok kantor BI Jateng.

Kepala KPw BI Jawa Tengah, Soekowardojo menyebut dengan lomba itu pihaknya ingin mengajak generasi millennial untuk berkarya, khususnya dalam seni lukis dengan mengkampanyekan QRIS kepada masyarakat melalui media mural.

Baca Juga: https://www.nontunai.com/bi-ajak-masyarakat-bayar-pajak-daerah-dengan-nontunai/

‘’Sambil melukis mural kami ingin mereka menyampaikan pesan dan ajakan kepada masyarakat untuk menggunakan QRIS saat bertransaksi mulai dari berbelanja hingga beramal. Maka itu, tema yang diangkat dalam lomba ini Yoh, Mbayare Nganggo (red: Yuk Bayarnya Pakai) QRIS!,’’ ungkapnya.

Sosialisasi QRIS dari kampus, pasar, sampai tempat ibadah

Disamping lomba mural,  BI Jateng juga melakukan sosialisasi ke pedagang dan menyasar komunitas pada Pekan QRIS Nasional 2020. Khususnya di lingkungan kampus, pasar tradisional, sampai tempat ibadah di Kota Semarang.

Soeko menjelaskan, pihaknya akan menyambangi diantaranya Universitas Dian Nuswantoro, Universitas Diponegoro, pedagang kaki lima di kawasan Simpang Lima, Pasar Pedurungan, hingga ke pengurus tempat ibadah. 

‘’Agar mereka tahu kalau QRIS ini misinya untuk mendukung pelaku usaha kecil menengah (UKM) dan pemerintah. Maka, bagi pedagang yang belum menggunakan QRIS bisa segera berkoordinasi dengan penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) untuk pergantian kode QR,’’ imbuhnya.

Sudah menggandeng 228.466 merchant di Jateng

Untuk diketahui, per 3 Februari 2020, merchant QRIS di Jawa Tengah telah mencapai 228.466. Sedangkan yang untuk wilayah Kota Semarang terdapat 55.954 merchant. 

‘’Melalui keberadaan QRIS di tiap merchant yang menyediakan transaksi nontunai, konsumen tinggal langsung pindai atau scan satu kode respons cepat. Tentunya di zaman serba cepat seperti sekarang cara ini sangat mudah, aman, nyaman dan efisien bagi konsumen,’’ imbuh Soeko.

Ia berharap QRIS bisa juga digunakan oleh konsumen dari mancanegara, seperti negara-negara di ASEAN, Tiongkok, India, Hongkong, Korea Selatan, dan Jepang.  

Tinggalkan Balasan