Platform pembayaran digital, Ovo, mencatat, tren berbelanja nontunai melalui Ovo meningkat selama periode satu bulan bekerja dari rumah atau work from home (WFH) yang serempak dilakukan di beberapa daerah Indonesia.

Head of PR Ovo Sinta Setyaningsih mengatakan, selama pandemi Covid-19, gaya hidup masyarakat ikut berubah termasuk cara membeli makanan dan minuman maupun transaksi kebutuhan sehari-hari. Hal ini membuat transaksi nontunai meningkat yang pertumbuhanya dapat dirasakan secara langsung oleh Ovo. 

“Hal ini didukung dengan banyaknya kemudahan bertransaksi di tengah masa yang penuh tantangan ini. Kami melihat penggunaan Ovo semakin meningkat sejalan dengan imbauan untuk mengurangi transaksi tunai untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19 lewat uang kartal,” ujar Sinta.

Baca Juga: https://www.nontunai.com/ovo-linkaja-dan-gopay-lirik-kerjasama-facebook-pay/

Sinta melanjutkan, selama kebijakan physical distancing dan WFH, masyarakat menjadi lebih banyak menghabiskan waktu untuk tetap terhubung dengan keluarga dan kerabat melalui sambungan internet. Hal itu terlihat dari jumlah paket data yang dibeli oleh pelanggan Ovo selama WFH dengan total lebih dari 30 juta jam. 

Pengguna Ovo juga cenderung memilih untuk membeli makanan dan minuman secara online. Hal ini terlihat dari jumlah transaksi Grabfood yang ikut melonjak. “Total jarak pemesanan makanan ini setara jarak dari Jakarta ke Aceh jika dijaraknya dikalkulasikan,” ungkap Sinta.

Selain itu, kebiasaan pengguna membeli kopi tidak surut. “Jika mereka berbaris dalam satu antrean sembari menerapkan physical distancing, panjangnya akan setara dengan delapan ribu lapangan sepak bola,” kata Sinta.

Dalam periode tersebut, transaksi kebutuhan sehari-hari (groceries) juga meningkat. Ovo juga mencatat transaksi edukasi online yang juga meningkat tiga kali lipat. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk terus mengenyam pendidikan selama periode WFH. Ovo juga melihat adanya peningkatan transaksi top up saldo Ovo Cash.

Tinggalkan Balasan