Dorong penerapan transaksi nontunai di DKI Jakarta, Bank DKI menggandeng sejumlah pedagang kaki-5 di kawasan Masjid Sunda Kelapa menjadi merchant aplikasi JakOne Mobile. Dengan menjadi merchant JakOne Mobile, pedagang kaki-5 Sunda Kelapa bisa menerima pembayaran nontunai berbasis QR Code.

Hal itu disampaikan Direktur Kredit UMK dan Usaha Syariah Bank DKI, Babay Parid Wazdi saat penyerahan CSR Bank DKI berupa fasilitas gerobak dan etalase kepada pedagang kaki-5 Sunda Kelapa, di Jakarta, Jumat (4/10/2019).

“Bantuan ini sebagai bentuk kepedulian Bank DKI kepada pelaku UMKM di DKI Jakarta dan dukungan terhadap Program Kerja Pemprov DKI. Kami berharap, fasilitas gerobak ini bermanfaat bagi peningkatan pendapatan para pedagang sekitar masjid Sunda Kelapa,” kata Babay Parid.

Tidak hanya itu, Bank DKI siap membantu pedagang yang membutuhkan akses permodalan. Karena pihaknya telah menyediakan fasilitas kredit Monas 25,75 dan 500 yang dapat menunjang usaha mereka untuk dapat berkembang lebih pesat lagi.

“Apabila ada kebutuhan layanan perbankan lain yang diharapkan, Bank DKI siap berdiskusi dan membantu untuk pengembangan lebih lanjut demi memaksimalkan layanan kepada para pedagang di sini,” ujar Babay Parid.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Walikota Jakarta Pusat, Irwandi memberikan apresiasi bantuan yang diberikan Bank DKI kepada para pedagang di Masjid Sunda Kelapa.

“Ini masjid kebanggaan di Jakarta Pusat. Juga berada di kawasan ring satu di Jakarta Pusat. Jadi penataan pedagang kaki-5 di kawasan ini harus lebih rapi dari kawasan yang lain. Apalagi pengunjungnya orang kantoran. Ini menjadi kebanggaan tetapi harus menjadi perhatian kita,” kata Irwandi.

Dengan adanya bantuan gerobak dan etalase tersebut, ia mengharapkan, keberadaan pedagang kaki-5 di Masjid Sunda Kelapa lebih rapi, indah dan membuat pengujung lebih nyaman. Karena, tidak ada lagi kesan kumuh dan berantakan.

“Ini sudah diberikan bantuan sama Bank DKI. Sekarang tugasnya para pedagang di sini menjaga kebersihan dan kerapian. Kita nggak mau pedagang kaki-5 dianggap cuma bikin kotor dan kumuh. Kita ingin pedagang kaki-5 bersih, rapi dan tidak kumuh. Kalau nanti ada pedagang nggak mau ikut aturan, hanya ada dua pilihan, mau meng-upgrade dirinya atau keluar dari sini,” tegas Irwandi

Tinggalkan Balasan