Bank Indonesia (BI) Provinsi NTB bersama terus mendukung pembayaran tiket secara nontunai menggunakan QRIS.

Quick Respond Indonesian Standard (QRIS) untuk meningkatkan layanan dan kemudahan bagi masyarakat dan wisatawan yang akan menyeberang ke 3 Gili (Gili Trawangan, Gili Air, dan Gili Meno).

Sejak diluncurkannya QRIS pada tanggal 17 Agustus 2019, Bank Indonesia terus mendorong penggunaan transaksi pembayaran berbasis QR Code oleh masyarakat, khususnya transaksi retail. Dengan teknologi QRIS, 1 (satu) QR Code dapat dipindai oleh berbagai layanan pembayaran.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTB, Achris Sarwani dalam kesempatan itu mengatakan, Transaksi non tunai melalui QRIS untuk pembelian tiket penyebarangan ke 3 Gili bertujuan untuk memberikan kemudahan bagi konsumen sehingga mewujudkan transportasi publik yang lebih nyaman bagi wisatawan.

“Saat ini transaksi non tunai sudah menjadi kebutuhan, terlebih wisatawan yang datang relatif sudah terbiasa bertransaksi secara non tunai,” ungkapnya.

Implementasi layanan pembayaran tiket non tunai lanjutnya merupakan upaya untuk mendukung sektor pariwisata di NTB sebagai sumber pertumbuhan ekonomi daerah.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lombok Barat, Vidi Eka Kusuma menyatakan, transaksi non tunai di Bangsal meningkatkan sistem pelayanan bagi wisatawan dan pencatatan yang lebih rapi.

“Sehingga memaksimalkan pemasukan daerah melalui retribusi,” katanya.

Implementasi QRIS ini juga mendapat dukungan dari pelaku usaha. Muluddin, Sekretaris Koperasi Karya Bahari yang mengelola penyeberangan 3 Gili di Pelabuhan Bangsal menyatakan, sejak awal pihaknya sangat mendukung ketika program ini mau dijalankan di Bangsal. Menurutnya dengan program ini proses penjualan tiket kepada wisatawan menjadi lebih mudah.

Tinggalkan Balasan