Dalam dunia yang serba digital saat ini perlu dorongan dari berbagai kalangan untuk memanfaatkan dan meningkatkan taraf kehidupan masyaraka melalui teknologi. Peningkatan tersebut akan berdampak pada kualitas hidup masyarakat Indonesia dan meningkatkn pendapaan masyaakat dengan adanya lapangan kerja baru.

Contoh konkrit yang saat ini tengah berkembang adalah menjamurnya perusahaan toko online seperti buka lapak, lazada, bahkan perusahan tranportasi seperti Go-Jek dan Grab yang secara nyata memberikan lapangan kerja kepada masyarakat.

“Gojek sekarang sudah hampir Rp130 Triliun nilainya. Kalau calon-calon Unicorn lainnya dari berbagai macam industri seperti dari industri pendidikan, kesehatan, dan sistem pembayaran. Ini adalah calon-calon yang akan mengikuti kakaknya yang namanya Gojek yang akan juga nilainya di atas Rp13 Triliun,” ujar Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Semuel Abrijani Pangerapan dalam Rakornas Investasi bertema Ekonomi Digital bagi Peningkatan Ekonomi Masyarakat di ICE BSD, Tangerang beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, banyak sekali manfaat ekonomi digital yang dapat dimanfaatkan saat ini,salah satunya adalah dari penghasilan pajak. Dia mencotohkan, misalnya perusahaan Go-Jek sendiri hingga saat ini memiliki 5000 karyawan dengan pendapatan Rp20 juta perbulannya.

Karena itu, Samuel menjelaskan bahwa Go-Jek salah satu perusahaan yang patut dicontoh. Apalagi, kata dia, kini Go-Jek sudah pula bermain di kancah intersional, Asia Tenggara.

“Kemudahan dan solusi yang ditawarkan oleh platform online ini semakin mempermudah masyarakat meningkatkan ekonominya. Hanya di era digital kemudahan berbisnis bisa di dapatkan. Dulu kalau kita mau buka toko, orang harus punya warung atau nyewa. Sekarang kita hanya punya handphone dan tinggal buat toko online,” papar Dirjen Semuel.

Selain itu, Samuel mengatakan bahwa pihaknya, dalam hal ini Kementerian Kominfo juga berupaya memfasilitasi transformasi digital untuk pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) dan pasar tradisional disebut juga sebagai program UMKM Go Digital.

“Pemerintah punya affirmative policy, bagaimana mereka yang kecil-kecil ini punya benefit dari teknologi digital. Kami ke pasar, Pasar Tebet kemarin, kami akan uji coba ke 132 pasar lain, apa yang kami lakukan? Kami mengenalkan,” tutur Dirjen.

Pemerintah, menurut Semuel mengajak para pedagang di pasar sembari menunggu para pembeli, mereka juga bisa memasarkan produk yang mereka jual melalui platform digital.

“Ini akan meningkatkan potensi revenue mereka. Kita juga akan memperkenalkan teknologi digital dan juga cashless society,” tuturnya.

Indonesia memiliki peluang pertumbuhan ekonomi digital Indonesia yang besar. Menurut Presiden Joko Widodo, jumlah UMKM di Indonesia sebanyak 56 juta menjadi salah satu penopangnya. Namun demikian, Presiden memandang masih banyak tantangan yang dihadapi oleh UMKM ini, antara lain, yang berkaitan dengan membangun brand, disain yang mengikuti keinginan pasar, pengemasan produk yang menarik hingga permodalan dan akses masuk ke pasar.

Tinggalkan Balasan