ilustrasi pinjam-meminjam

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) yang saat ini menghimpun 152 perusahaan jasa keuangan berbasis teknologi (fintech), 26 institusi keuangan dan 2 mitra teknologi, telah menyepakati sebuah Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam Dalam Jaringan (Daring).

Pedoman yang diberi nama Code of Conduct (CoC) for Responsible Lending itu diterbitkan pada Agustus 2018. Pedoman ini menjadi jawaban atas dorongan Otoritas Jasa Keuangan(OJK) terhadap industri fintech untuk memiliki standar praktik bisnis yang bertanggung jawab dan melindungi konsumen.

Wakil Ketua Umum AFTECH, Adrian Gunadi menjelaskan bahwa CoC telah menjadi komitmen para anggota asosiasi menuju self-regulatory organization, serta menjaga industri fintech untuk terus bertumbuh, menjaga kepercayaan masyarakat, dan mencapai inklusi keuangan.

Dokumen itu memaparkan tiga acuan yang menjadi prinsip dasar dalam mengembangkan Pedoman Perilaku Layanan Pinjam Meminjam yang Bertanggung Jawab . Pertama, transparansi produk dan metode penawaran. Kedua, pencegahan pinjaman berlebih. Ketiga, prinsip itikad baik terkait praktik penawaran, pemberian dan penagihan.

Secara umum, poin pertama ini mewajibkan penyelenggara fintech lending menyampaikan informasi umum dan mekanisme layanan sebelum pengguna dapat menggunakan layanan. Di antaranya yakni terkait biaya yang timbul dari proses pinjam meminjam, suku bunga, keterbukaan risiko bagi kedua belah pihak, hingga informasi penampungan dana.

Kemudian yang kedua, pencegahan pinjaman berlebih. Setiap penyelenggara dilarang melakukan praktik pemberian pinjaman yang tergolong sebagai Predatory Lending. Maksudnya penyelenggara dilarang melakukan  praktik peminjaman yang mengenakan syarat,ketentuan, bunga, dan/atau biaya-biaya yang tidak wajar bagi Penerima Pinjaman.

Poin kedua ini menekankan agar penyelenggara fintech tidak menjerumuskan konsumen dalam jeratan utang. Sehingga, penyelenggara dilarang memberikan utang kepada peminjam tanpa persetujuan.

Selain itu, penyelenggara juga wajib melakukan penelitian dan verifikasi mengenai kondisi keuangan peminjam. Lalu, penyelenggara juga dilarang memanipulasi data konsumen untuk memudahkan proses pinjam-meminjam.

Ketiga, prinsip itikad baik terkait praktik penawaran, pemberian dan penagihan utang yang manusiawi tanpa kekerasan baik fisik maupun non-fisik, termasuk cyber bullying. Penyelenggara juga dilarang menggunakan pihak ketiga yang memiliki reputasi buruk berdasarkan informasi otoritas dan asosiasi dalam penagihan utang.

Setiap penyelenggara wajib memiliki itikad baik dalam setiap pengumpulan, penyimpanan, dan penggunaan data pribadi pengguna dan calon pengguna. Penyelenggara juga wajib bertanggung jawab atas kerugian pengguna yang timbul akibat kesalahan dalam proses pengelolaan pinjam meminjam.

Setiap penyelenggara wajib memiliki prosedur dan sistem untuk memastikan dilakukannya langkah-langkah pemulihan hak pengguna dalam hal terjadi kesalahan dan/ataukelalaian dari pengurus, pegawai, atau sistem elektronik.

Dewan Penasihat AFTECH, Rahmat Waluyanto berharap, semua pelaku fintech bisa menerapkan poin-poin yang ada dalam pedoman itu. Sehingga akan menumbuhkan kepercayaan masyarakat terhadap industri ini.

Keberadaan AFTECH sendiri akan menjadi penjaga gawang yang mengawal dan memberi keyakinan kepada masyarakat bahwa semua pelaku fintechakan menerapkan kode etik tersebut.

Code of Conduct (CoC) diinisiasi AFTECH pada 2017 lalu, ketika para anggotanya berdiskusi mengenai aspek-aspek yang dapat terus mendorong pertumbuhan industri fintech, termasuk aspek perlindungan konsumen, transparansi, menghindari predator peminjaman, dan kode etik.

Ketua Bidang Pinjaman Cash Loan AFTECH, Sunu Widyatmoko menyambut baik CoC dan mendukung penerapannya, karena ini merupakan upaya membangun fondasi untuk pengembangan industri fintech, termasuk bisnis cash loan yang sehat.

“Pedoman ini merupakan kesempatan baik, terutama bagi penyelenggara cash loan, bahwa bisnis model kami dapat patuh pada regulasi, sehingga dapat tercipta percepatan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan