Tak dimungkiri kian pesatnya kemajuan teknologi saat ini, berimbas pada perubahan besar di segala lini kehidupan manusia. Salah satunya pada kehidupan tuna wisma di china.

Sebagian dari mereka berprofesi sebagai pengemis dengan meminta belas kasihan orang-orang sekitar. Namun era revolusi digital saat ini, pengemis di China kini memiliki cara khusus untuk menarik sumbangan dari orang yang ia temui di jalan.

Alih-alih menadahkan tangan, mereka kini menyiapkan chip dan QRCode yang bisa menerima pembayaran online seperti Alipay dan WeChat Wallet. Pengemis di China ini mengenakan semacam ID Card dengan QR Code yang tercetak di selembar kertas.

Bahkan, mereka tak segan untuk menawarkan orang-orang yang mengaku tidak punya uang tunai, untuk bersedekah dengan pembayaran nontunai.

Hal ini diungkapkan langsung oleh Fazil Irwan dari pengalaman seorang temannya di Beijing yang diunggah ke Facebook pada 27 November 2019. Unggahan ini bahkan viral dan dibagikan lebih dari 16 ribu kali. Karena tak bisa mengelak, teman Irfan ini akhirnya menyumbangkan dananya ke pengemis itu secara nontunai.

Postingan Facebook Fazil Irwan (link: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=10162872912565045&set=a.10153791719375045&type=1&theater)

Mirisnya, isu ini pun bukan pertama kalinya terjadi di China, dua tahun lalu China Daily pernah melaporkan beberapa pengemis yang menggunakan barcode untuk mendapatkan sedekah ini. Selain itu Brookings Fellow Aaron Klein dan Brookings Senior Fellow David Dollar pun juga pernah mendiskusikan hal ini dalam podcast terbaru mereka.

Tinggalkan Balasan