Bank Indonesia Kantor Perwakilan Wilayah Jawa Timur tidak lagi melayani penukaran uang  lebaran. Ini dilakukan karena pandemi Covid-19 yang mengharuskan social dan physical distancing.

Namun BI sudah mengantisipasi adanya permintaan uang pecahan kecil itu. BI pun mengalihkan penukaran itu ke perbankan. Koordinasi BI dengan perbankan sudah dilakukan.

“Akan ada 273 titik penukaran uang lebaran di Jawa Timur. Nanti teknisnya masing-masing bank yang akan menentukan. BI tidak lagi melakukan penukaran secara langsung seperti tahun-tahun sebelumnya,” ujar Kepala BI Jawa Timur, Difi A Johansyah.

BI memastikan kebutuhan uang tunai selama Covid-19, ramadan dan lebaran tersedia dengan cukup. Memang, diakui Kepala Grup Sistem Pembayaran dan PUR Layanan dan Administrasi, Imam Subarkah, persediaan itu tidak sebanyak tahun lalu. Karena BI sendiri melihat situasi dan kondisi tahun ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya.

Tahun ini BI Jatim menyediakan uang baru pecahan kecil sebesar Rp 25,8 triliun. Sedangkan pada tahun lalu sebesar Rp 26 – 27 triliun.

“Kami prediksi memang kebutuhannya tidak sebanyak tahun lalu. Karena kondisinya tidak memungkinkan,” tukas Imam.

Dengan kondisi seperti ini, BI pun mengimbau masyarakat untuk lebih banyak menggunakan transaksi non tunai. Apalagi sekarang BI sedang gencar menyosialisasikan penggunaan QRIS (quick response code Indonesia standard).

“Apalagi sekarang sudah banyak merchant yang tergabung. Data hingga 24 April jumlahnya 391.667 merchant di seluruh Jawa Timur. Menunggunakan transaksi non tunai juga memperkecil tertular Covid-19 karena virus ini juga bisa menular melalui uang,” jelasnya.

Selain itu, BI juga meminta seluruh perbankan yang ada di Jawa Timur untuk menyiapkan ketersediaan uang tunai melalui ATM. BI sudah mewanti-wanti agar mesin ATM jangan sampai kosong. Karena itu akan menganggu aktivitas warga yang sedang membutuhkan uang tunai.

Tinggalkan Balasan