donasi nontunai gopay for good

Gojek Indonesia melaporkan adanya lonjakan pemanfaatan donasi nontunai lewat Gopay for Good selama setahun terakhir berjalan. Program Gopay for Good sendiri baru mulai beroperasi sejak bulan Mei 2018.

Selama kurun waktu yang sama, donasi digital dengan kode QR GO-PAY itu telah dimanfaatkan oleh lebih dari 300 masjid dan yayasan nirlaba termasuk Masjid Istiqlal Jakarta, Masjid Siti Djirzanah Yogyakarta, dan Masjid Baiturrahman Aceh.

Rata-rata masjid yang menerima donasi digital lewat QR mengalami kenaikan dua kali lipat sejak menjadi rekan donasi GO-PAY FOR GOOD. Sejak Juli 2018 hingga Juni 2019, pemanfaatan donasi nontunai tersebut mengalami peningkatan sebesar 400 kali lipat.

Antusiasme masyarakat terhadap donasi digital di masjid juga ditunjukkan dengan beberapa masjid yang memberikan kode QR masjidnya kepada para jamaah melalui aplikasi pengiriman pesan dan media sosial masjid tersebut.

Itulah sebabnya, Gojek mengembangkan program donasi digital ini dengan menjalin kerjasama pengembangan layanan antara Gojek dan Dewan Masjid Indonesia (DMI).

Potensi donasi digital di Indonesia sendiri cukup tinggi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pada tahun 2018 mencatat bahwa potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 232 triliun, itu belum termasuk potensi infak dan sedekah.

“Sebagai super app karya anak bangsa, misi GOJEK adalah memberikan dampak sosial dan juga kemudahan kepada masyarakat luas, salah satunya lewat donasi nontunai,” kata Senior VP Public Policy and Government Relations GOJEK, Panji Ruky.

Pihaknya percaya bahwa dengan ekosistem yang inklusif, dampak positif yang bisa dirasakan oleh masyarakat pun akan semakin besar. GOJEK sangat mengapresiasi kolaborasi Gopay dan DMI yang dampaknya akan semakin memudahkan masyarakat dalam berdonasi dan memudahkan pengurus masjid dalam mengelola donasi tersebut.

Kolaborasi tersebut juga akan mendukung semangat DMI dalam mengembangkan ekonomi berbasis masjid. “Dengan jumlah masjid di Indonesia yang sangat besar, ekonomi berbasis masjid memiliki potensi besar yang bisa dikembangkan. Sebagai perusahaan teknologi, kami pun melihat bahwa potensi tersebut bisa semakin dikembangkan dengan memanfaatkan teknologi digital,” ujar Panji.

Tinggalkan Balasan