Kehadiran uang elektronik (electronic money/ e-money) kini memang sangat membantu dan memudahkan dalam melakukan berbagai transaksi. Kamu dapat melakukan segala pembayaran dengan mudah kapan pun dan di mana pun tanpa harus menggunakan uang tunai.

Sayangnya, kemudahan ini sering kali membuat banyak orang bersikap lalai dan memicu terjadinya perilaku konsumtif yang merugikan. Padahal, kehadiran e-money ditujukan untuk mempermudah transaksi bukan untuk merugikan kamu.

Nah, jika kamu biasa menggunakan e-money, ada baiknya memanfaatkannya secara bijak dengan tips-tips berikut ini.

1 Gunakan E-Money Sesuai dengan Tujuan

Ilustrasi kegunaan kartu (foto: Google)

Sebelum menggunakan e-money, pastikan kamu mengetahui apa tujuan kamu, untuk apa e-money tersebut akan digunakan. Hal ini penting sehingga kamu dapat mengetahui dengan jelas ke mana uang kamu digunakan.

Misalnya, kamu ingin menggunakannya untuk transportasi umum semisal untuk membayar ongkos bus Transjakarta atau Commuter line ataupun untuk membayar tol.

Kamu perlu mengatur jumlah saldo yang akan diisi untuk kebutuhan-kebutuhan tersebut selama katakanlah satu bulan.

2. Pertimbangkan dengan Baik Sebelum Pakai E-Money untuk Berbelanja

Menggunakan e-money memang membuat transaksi lebih mudah dan praktis. Kamu hanya perlu tap, semua transaksi dapat terbayarkan dengan mudah. Namun, hal ini terkadang memicu orang untuk berperilaku konsumtif sehingga membuat pengeluaran malah menjadi boros.

Alangkah bijaknya jika kamu berpikir panjang terlebih dahulu sebelum akan menggunakan e-money tersebut. Misalnya, apakah barang-barang tersebut penting?

Apakah kebutuhannya mendesak? Apakah bermanfaat untuk jangka panjang? Jika iya, kamu dapat memakai e-money. Namun, jika tidak, ada baiknya dipikirkan kembali.

3. Hindari Manfaatkan Promosi secara Berlebihan

Salah satu keuntungan menggunakan e-money adalah banyaknya promosi yang bisa kamu manfaatkan.

Bahkan, beberapa penerbit kartu e-money yang biasanya bekerja sama dengan beberapa vendor, seperti restoran, supermarket, dan lainnya yang memberikan diskon khusus bagi penggunannya.

Tentu saja hal ini sangat menguntungkan, tapi jangan sampai membuat kamu mudah tergiur dengan segala promosi yang ada.

Yang ada malah bukan membuat untung, tapi membuat pengeluaran semakin boros. Sesekali kamu boleh memanfaatkan promosi, tapi jangan terlalu sering.

4. Ingat, E-Money Hakikatnya Adalah Uang Tunai Juga

Kesalahan yang sering dilakukan pengguna e-money adalah membuat e-money seakan-akan bukanlah uang sehingga dengan enteng memakainya.

Untuk itu, gunakanlah e-money secara bijak dengan cara memperlakukannnya seakan-akan memang uang tunai.

Catat setiap pengeluaran yang dilakukan dengan menggunakan e-money. Dengan begitu, kamu tidak melampaui batas ketika menggunakannya.

5. Bila Angka Transaksi Terbilan Besar, Hindari Gunakan E-Money

Jika kamu bertransaksi dengan jumlah yang lebih besar, alangkah baiknya gunakan kartu debit. Hindari menggunakan e-money.

Simpan saja dan gunakan sesuai dengan rencana sebelumnya. Hal ini karena kartu debit memiliki saldo yang lebih besar sehingga memungkinkan kamu melakukan transaksi dengan lancar

6. Ketahui Lebih Jauh Fitur dari E-Money

Hal penting yang perlu diketahui pengguna e-money adalah pemahaman mengenai fitur-fitur e-money sehingga meminimalkan terjadinya risiko penipuan online.

Misalnya, jika ingin menggunakan layanan e-money, kamu dapat mengecek segala informasi ter-update dari situs resminya.

Dengan begitu, kamu dapat terhindar dari segala percobaan penipuan yang mungkin dilakukan pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Tinggalkan Balasan