Metode pembayaran nontunai digital kini tak hanya dijalankan oleh pusat perbelanjaan besar di ibu kota saja. Dalam rangka menyongsong inklusi keuangan, pembayaran digital kini juga merambah ke perorangan atau warung-warung di sekitar perumahan warga.

Head of Corporate Communication Bukalapak Intan Wibisono mengatakan saat ini sebanyak 1.000 mitra Bukalapak yang telah menggunakan metode pembayaran Quick Response Indonesian Standard (QRIS) sesuai yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.

“Sekarang 1.000 mitra Bukalapak gunakan QRIS. Nanti kita lihat lagi review-nya juga program apa improve-nya apa,” ujarnya.

Menurutnya adopsi teknologi ini akan menjangkau seluruh segmen masyarakat Indonesia, baik yang terbiasa menggunakan teknologi maupun yang belum terekspos teknologi digital. Hal ini juga akan menjadi langkah besar dalam mendorong sistem pembayaran nontunai dan juga mengakselerasi inklusi keuangan.

“Diharapkan bisa diperluas dengan pemerintah bermitra dengan Bukalapak seluruh Indonesia,” ucapnya.

Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-74 Republik Indonesia (HUT RI), Bank Indonesia meluncurkan QR Code Indonesia Standard alias QRIS. Peluncuran ini dihadiri langsung oleh Gubernur BI Perry Warjiyo dan dilakukan di lapangan upacara kompleks Bank Indonesia.

Perry mengatakan peluncuran QR code ini adalah wujud dari Indonesia yang berpendapatan lebih tinggi karena telah memiliki sistem pembayaran yang mudah digunakan seluruh lapisan masyarakat, sehingga volume transaksi akan meningkat. 

“QRIS ini UNGGUL, UNiversal, GampanG, Untung, Langsung. Semua bisa merasakan mudahnya transaksi hanya dengan tapping, yang dibutuhkan hanya smartphone,” ujarnya.

Hadirnya QR Code Indonesia Standar merupakan bagian transformasi digital di Sistem Pembayaran Indonesia dalam membantu percepatan pengembangan ekonomi dan keuangan digital.

Tinggalkan Balasan