Pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor (KIR) di Karanganyar, akan menerapkan sistem non tunai.
Rencananya, pembayaran dengan menggunakan ‘u-nik’ alias uang elektronik akan diterapkan mulai 17 September mendatang, bertepatan dengan Hari Perhubungan Nasional.

Kepala Dinas Perhubungan, Perumahan dan Kawasan Permukiman (Dishub PKP) Karanganyar Sundoro mengatakan, transaksi terkait pembayaran retribusi uji kendaraan bermotor nantinya menggunakan kartu debit dari salah satu bank milik pemerintah.

“Sosialisasi kepada pemilik kendaraan yang wajib uji kendaraan bermotor atau kir sudah mulai dilakukan, sebelum launching 17 September mendatang,” katanya.

Menurutnya, program tersebut merupakan dukungan terhadap gerakan pembayaran non tunai di semua transaksi layanan publik.

“Tak hanya pembayarannya yang non tunai. Untuk pendaftaran kir, nanti juga bisa secara online. Aplikasi untuk pendaftarannya sudah disiapkan. Tinggal diakses via smartphone,” tuturnya.

Layanan pendaftaran online dibuka, untuk memangkas antrean panjang kendaraan yang akan diuji. “Selama ini, pemilik kendaraan berebut duluan untuk dilayani. Antrean panjang. Kalau ada pendaftaran online, tidak perlu rebutan antre. Tinggal daftar secara online, dilihat jam berapa akan dilayani, pemilik kendaraan bisa datang pada waktu yang telah ditentukan,” jelasnya.

Sundoro mengatakan, saat ini rata-rata ada 75 hingga 80 kendaraan yang di-kir setiap hari. Jenisnya beragam, mulai dari truk, pikap, bus hingga kendaraan angkutan umum.

Dia berharap, dengan kemudahan pendaftaran dan pembayaran, akan membantu pemilik kendaraan. “Kepatuhan warga untuk uji laik kendaraan juga diharapkan meningkat,” imbuhnya

Tinggalkan Balasan