Kegiatan wisata menjadi gaya hidup banyak orang di Indonesia. Setiap bulan atau akhir pekan sebagian orang menghabiskan waktu untuk bersantai di tempat hiburan, wahana bermain, hingga restoran.

Berwisata kini tidak lagi rumit seperti satu atau dua tahun lalu. Banyak obyek wisata yang kini mempunyai sistem pembayaran menggunakan digital. Artinya tidak lagi menggunakan pembayaran sistem tunai.

Salah satunya adalah Dusun Semilir yang berada di Jalan Soekarno Hatta No.49, Ngemplak, Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah.

Marcomm Manager Dusun Semilir R. Ajie Wibowo mengaku dari awal soft opening bulan Mei lalu, Dusun Semilir sudah menerapkan pembayaran digital atau cashless.

“Untuk area Gunungan Resto, Jembatan Senggol dan Sepoi-sepoi resto kita bisa menggunakan cara pembayaran cashless. Dimana tidak ada pembayaran dengan uang cash di area tersebut. Semua pembayaran menggunakan kartu Dusun Semilir,” katanya.

Ajie mengatakan pengunjung yang datang sebelum masuk ke area wisata harus melakukan minimal Top Up untuk kartu Dusun Semilir sebagai alat pembayaran hanya sebesar Rp50 ribu.

“Dengan saldo mengendap Rp10 ribu sebagai jaminan kartu. Sisa saldo dalam kartu Dusun Semilir dan jaminan kartu dapat di refund (dikembalikan) saat hendak keluar dari area Dusun Semilir,” ucapnya.

Ia beralasan, Dusun Semilir menggunakan sistem non tunai karena mengkuti perkembangan teknologi dan gaya hidup. “Sistem digital payment jauh lebih praktis daripada cara pembayaran tunai. Para pengguna kartu digital payment, sangat memahami bagaimana sistem ini mempersingkat proses pembayaran,” ujarnya.

Selain itu, pembayaran dengan sistem cashless memudahkan penganjung, yaitu tadak harus repot merogoh uang ke dalam tas hanya tinggal menempelkan kartu. Setelah pembayaran, kasir juga tidak perlu repot menghitung uang kembalian.

“Jika semakin banyak orang yang melakukan digital payment, maka jalur antrian pembayaran di kasir atau loket akan semakin pendek,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan