Mulai 1 Januari 2020 lalu, Bank Indonesia memastikan semuaa pihak memberlakukan layanan pembayaran berbasis QR code harus menerapkan standarisasi QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard).

Hal ini guna memudahkan interoperabilitas antar penyelenggara, antar instrumen, termasuk antar negara. Karena QRIS yang disusun oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) ini menggunakan standar internasional EMV Co.1.

Sehingga sangat mendukung interkoneksi instrumen sistem pembayaran yang lebih luas dan mengakomodasi kebutuhan spesifik negara.

QRIS sendiri merupakan salah satu sistem untuk semua model pembayaran yang nantinya para pengguna GoPay bisa melakukan transaksi di merchant OVO, ataupun sebaliknya.

Dalam wawancaranya, Chief Marketing Officer LinkAja, Edward Kilian, menjelaskan bahwa konsumen akan semakin terbantu dengan penerapan QRIS. konsumen bisa langsung melakukan pembayaran dengan uang atau dompet elektronik yang mereka miliki.

Sementara itu, dalam ketentuan BI dalam PADG No.21/18/2019 tentang Implementasi Standar Internasional QRIS untuk Pembayaran. Setiap penyedia Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) berbasis QR (termasuk PJSP asing) wajib menggunakan QRIS.

Dengan demikian, para perusahaan dompet digital seperti LinkAja, OVO, DANA, dan GoPay akan mengimplementasikan QRIS ini.

Untuk permulaan, QRIS akan fokus pada penerapan QR Code Payment model Merchant Presented Mode (MPM), penjual (merchant) yang akan menampilkan QR Code pembayaran untuk dipindai oleh pembeli (customer) ketika melakukan transaksi pembayaran.

Tinggalkan Balasan