Kartu kredit kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat. Transaksi atau belanja apapun baik offline maupun online jadi lebih mudah. Tak heran bila banyak pengguna yang keranjingan menggenggam kartu kredit, bahkan punya lebih dari satu kartu.

Tidak puas satu, tambah jadi dua kartu kredit. Kemudian karena tergoda penawaran menarik dari bank lain, mengajukan lagi kartu kredit tambahan, sehingga sudah mengoleksi tiga kartu kredit. Ada juga orang yang punya empat atau lima kartu loh.

Sebenarnya tak masalah bila orang mempunyai lebih dari dua kartu kredit. Akan tetapi, sebaiknya disesuaikan dengan kemampuan dan kondisi keuangan. Karena bagaimanapun, ada kartu kredit yang meski tak digunakan, tetap harus membayar biaya-biaya, seperti biaya tahunan, dan lainnya.

Jadi jangan sampai memiliki lebih dari dua kartu kredit justru membawa ‘bencana’ dalam keuanganmu. Apalagi kalau sehari-hari kamu mengandalkan kartu kredit. Gajimu setiap bulan hanya habis untuk membayar tagihan kartu kredit. Jika sudah saking kebanyakan, tidak bisa melunasi, siap-siap aset pribadi disita bank.  

Semakin banyak kartu kredit yang dimiliki, maka semakin besar pula risiko yang akan kamu tanggung. Oleh karena itu, sebelum mengajukan kartu kredit tambahan, sebaiknya berpikir dengan matang. Termasuk saat kamu ingin menggunakannya untuk transaksi belanja.

Berikut ini beberapa hal yang wajib kamu hindari ketika menggenggam lebih dari dua kartu kredit:

1  Melakukan transaksi yang tidak perlu

Kartu kredit bukan uang menganggur yang bisa kamu pakai sesuka hati. Itu adalah pinjaman bank, yang harus dibayar pokok beserta bunganya. Ada tanggal jatuh temponya pula. Telat, ada denda keterlambatan yang bisa bikin tagihanmu membengkak.

Jadi pikirkan kalau mau belanja pakai kartu kredit. Jika tidak perlu atau masih bisa ditunda, lebih baik jangan beli. Pakai kartu kredit dalam keadaan darurat saja atau untuk kebutuhan produktif, tapi saat uang di kantong cekak.

2. Dipakai melebihi batas kemampuan

Kartu kredit kamu ada limitnya. Nilainya bisa melebihi gaji bulananmu. Jika kamu menggunakannya serampangan, gesek sana sini, maka tanpa sadar bisa melebihi batas kemampuanmu membayar. Jika sudah mengalami kondisi demikian, kamu hanya akan terbawa dalam masalah utang yang akan menyulitkan keuanganmu di masa depan.

3. Menghabiskan limit kredit

Walaupun kamu mendapatkan limit kredit cukup besar dan masih tersedia, bukan berarti harus dihabiskan. Memaksakan diri untuk menghabiskan limit kredit adalah kesalahan besar, apalagi jika kamu memakainya sesuatu yang sifatnya konsumtif, tidak penting. Bukan hanya gak maksimal, tapi juga berisiko memicu masalah keuangan akibat tagihan kartu kredit yang lumayan besar.

4. Selalu menggunakan kartu kredit saat bertransaksi

Jika tidak menguntungkan, maka kamu tidak perlu menggunakan kartu kredit, apalagi jika kamu akan dikenakan sejumlah biaya oleh merchant. Kamu bisa menggunakan kartu debit untuk belanja, agar tidak memiliki tagihan di kartu kredit Anda. Hindari untuk selalu menggunakan kartu kredit jika kamu membawa uang tunai atau kartu debit.

5. Belanja tanpa rencana

Belanja di luar rencana atau “kecelakaan,” bisa selalu terjadi. Baik itu ketika kamu jalan-jalan, liburan, bahkan saat mengunjungi situs belanja online. Meski tidak memiliki uang dan rencana belanja, kamu tetap melakukannya dengan kartu kredit. Tanpa sadar, kamu sudah membeli begitu banyak barang. Hal ini malah bisa bikin boros, kemudian pusing membayar cicilannya.

Sebelum berbelanja dan transaksi menggunakan kartu kredit, sebaiknya kamu pikirkan dengan matang. Barang ini perlu atau tidak, penting atau masih bisa ditunda. Jika memang kebutuhan yang kamu perlukan, tak apa. Sebaliknya, jika tidak, justru malah bersifat mubazir. Pastikan kamu memakai kartu kredit secara bijak dan terencana, terutama kalau punya lebih dari dua kartu kredit.

Tinggalkan Balasan