Presiden Jokowi meninjau pasar. (Foto: cnnindonesia)

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan ketersambungan sistem jual beli di pasar-pasar tradisional dengan sistem pembayaran nontunai. Dia menginstruksikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara agar membuat konsep penerapannya.

“Pasar ini offline, bagaimana bisa disambungkan dengan yang online. Dua  sistem itu harus nyambung, pasar cepat berkembang karena di sisi harga bisa bersaing. Apalagi kalau punya marketplace sendiri, antar  sampai kerumah,” ungkap Jokowi dikutip laman Sekretariat Kabinet, Kamis (13/12).

Dalam sambutannya di Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) itu, Presiden menekankan agar pedagang pasar tradisional mulai dikenalkan dengan perangkat-perangkat pembayaran nontunai seperti mesin Electronic Data Capture (EDC).

“Semua perdagangan kita harus mulai diintervensi dengan cara-cara seperti itu, ada EDC, ada pembayaran yang tanpa uang cash. Saya kira harus mulai diintervensi, diberikan pelatihan,” tuturnya.

Dengan demikian, Presiden berharap pasar rakyat bisa bersaing dengan loka-loka perbelanjaan modern seperti mall, supermarket, hypermarket.

“Saya yakin itu. Sejak awal saya menyelesaikanpersoalan-persoalan dari pasar. saya yakini bisa bersaing, hanya memang manajemennya belum kita perbaiki bersama-sama,” ucap Presiden.

Menurut Jokowi, pasar rakyat memang memerlukan sebuah perhatian khusus agar eksistensi pasar tetap bisa bertahan di tengah gempuran supermarket-supermarket, pasar pasar modern yang hampir ada di semua kota.

“Sebetulnya dari sisi kompetisi, persaingan produk-produk yang dijual di pasar tradisional itu bisa bersaing,” ungkapnya.

Jokowi lalu membandingkan harga produk di pasar tradisional, seperti kangkung dijual Rp1.500, dan bayam juga Rp1.500. Sementara harga di hypermart untuk kangkung Rp3.400, bayam kurang lebih sama Rp3.500.

Artinya, menurut Jokowi, secara daya saing pasar tradisional menang, tetapi memang jangan dibiarkan pasar ini kumuh, becek, tidak ada tempatparkir, dan tidak rapi.

“Ini tugas dari kementerian, tugas dari pemerintah untuk memperbaiki dan juga tugas BUMD (Badan Usaha Milik Daerah), tugas swasta untuk menarik agar konsumen, pembeli tetap mau datang ke pasar,” imbuhnya. 

Pembukaan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Pengelola Pasar Indonesia (Asparindo) di Hotel Arya Duta itu juga dihadiri Menteri Perdagangan EnggartiastoLukita, Mensesneg Pratikno, Menkominfo Rudiantara, dan Ketua Umum AsparindoJoko Setyanto.

Tinggalkan Balasan