Peluncuran LinkAja di GBK Jakarta, 30 Juni 2019 (Republika)

Pemerintah bertekad menggandeng bank-bank BUMN syariah untuk bergabung dalam produk LinkAja Syariah. Layanan uang elektronik (unik) sesuai syariah ini ditargetkan sudah terwujud sebelum akhir tahun 2019.

“Kita sedang bicara bank BUMN syariah ikut bergabung. Target kita sebelum akhir tahun 2019,” kata Menteri BUMN Rini Soemarno di sela-sela acara Peluncuran LinkAja di Gelora Bung Karno.

Kehadiran LinkAja Syariah sejalan dengan Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia dari Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) yang salah satu rekomendasinya berupa pengembangan sistem pembayaran halal.

MUI pun, lewat Dewan Syariah Nasional-nya, sudah mengeluarkan Fatwa Uang Elektronik Syariah yang poin-poin utamanya bisa dibaca di NONTUNAIcom.

Direktur Eksekutif KNKS Ventje Rahardjo mengungkapkan, realisasi awal sistem pembayaran yang sesuai dengan ketentuan agama Islam akan dilakukan lewat produk LinkAja Syariah yang akan dikembangkan oleh PT Fintek Karya Nusantara (Finarya) bersama bank-bank BUMN Syariah.

“Nanti empat bank BUMN akan menandatangani MoU dengan Finarya untuk membentuk LinkAja syariah,” kata Ventje saat peluncuran Masterplan Ekonomi Syariah Indonesia 2019-2024 di kantor Bappenas beberapa waktu lalu.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal KNKS Afdhal Aliasar menjelaskan, produk uang elekronik syariah seperti LinkAja Syariah ini ke depan tidak hanya mengelola uang elektronik (unik) dengan prinsip syariah tapi juga dapat digunakan untuk membayar zakat, infak dan wakaf.

Sementara itu, CEO LinkAja Danu Wicaksana menambahkan, LinkAja sudah terhubung dengan beragam fitur dan layanan transaksi pembayaran di lebih dari 150 ribu pedagang (merchant) dan akan terus bertambah.

Unik milik pemerintah ini juga sudah melayani pembayaran di lebih dari 400 tagihan dan produk digital, belanja online, berbagai moda transportasi publik dan puluhan mitra donasi digital.

LinkAja juga menjadi satu-satunya unik di Indonesia yang melayani remitansi dari buruh migran Indonesia (BMI) di Singapura, sehingga pekerja di sana bisa mengirimkan uangnya ke keluarganya secara mudah, murah, aman dan cepat.

“LinkAja ingin menawarkan layanan pembayaran digital yang berbeda dari produk lain yang sudah ada di pasar saat ini, berfokus pada pemenuhan kebutuhan esensial masyarakat,” ungkapnya. 

Tinggalkan Balasan