Rencana penerapan parkir dengan sistem pembayaran nontunai di sejumlah stasiun, dianggap lebih efisien dan meminimalkan human error (kelalaian manusia).

Penjelasan tersebut disampaikan Plt Director of Parking Bussiness PT Reska Multi Usaha (PT RMU), Andika Tri Putranto, kemarin. PT RMU merupakan anak usaha PT KAI yang mengelola parkir di stasiun. Lebih lanjut, Andika mengatakan pengoperasian parkir nontunai di stasiun, akan mengurangi kesalahan manusia, dalam penghitungan.

Selain itu dengan menggunakan sistem ini, saldo akan langsung dipotong oleh sistem, sehingga konsumen tidak perlu mengeluarkan uang atau menerima pengembalian.

”Ini sejalan dengan upaya kami, dalam program Go Green. Dengan sistem elektronik, akan mengurangi penggunaan kertas untuk karcis parkir,” kata Andika.

Pengamat ekonomi Unika Soegijapranata Semarang, Prof Andreas Lako menilai pemberlakuan sistem nontunai dalam transaksi, lebih banyak nilai positifnya.

Pada era sekarang yang serba digital, masyarakat memang dituntut untuk memahami teknologi informasi. ”Saya kira hal demikian ini sesuatu yang bagus, lebih banyak poisitifnya dibanding negatifnya. Zaman yang serbadigital ini, orang tidak lagi harus membawa uang tunai.

“Nantinya masyarakat akan terbiasa dengan sistem ini,” ujar Andreas.

Dia meyakini, bagi sebagian masyarakat yang sudah terdidik atau terbiasa dengan teknologi, mereka akan merasa terbantu. Sistem ini juga lebih efisien, karena masyarakat tidak harus menyiapkan uang tunai dalam setiap transaksi.

Andreas membandingkan dengan sistem pembayaran terdahulu yang rentan terhadap praktik kecurangan atau berpotensi disalahgunakan. Dengan sistem yang baru ini, biaya yang masuk bisa terkontrol serta tercatat dengan baik oleh perusahaan pengelola.

Kekurangannya kalau masyarakat yang disasar belum terdidik teknologi, tentu akan menjadi suatu problem. Karena itu harus diantisipasi, supaya tidak menimbulkan permasalahan,” imbuhnya. Penerapan sistem parkir nontunai di sejumlah stasiun resmi diberlakukan mulai Maret 2020. Aturan tersebut khusus bagi kendaraan roda empat.

Manajer Humas PT KAI Daop IVSemarang, Krisbiyantoro menyatakan bulan ini masih sebatas percobaan atau sosialisasi. Untuk tahap awal, baru lima stasiun yang memberlakukan, yakni Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Semarang Tawang, Stasiun Surabaya Pasarturi, Stasiun Surabaya Gubeng, dan Stasiun Kiaracondong.

Pembayaran parkir nontunai dapat menggunakan kartu uang elektronik dari beberapa bank seperti E-Money (Mandiri), Flazz (BCA), Tap Cash (BNI), dan Brizzi (BRI). ”Ke depan bisa saja berkembang dengan menggunakan platform lain, semisal Gopay (Gojek) atau OVO (Grab),” sebutnya.

Tinggalkan Balasan