Pasca penggunaan Smart Card sebagai pengganti buku uji kelayakan kendaraan bermotor (KIR) yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, jumlah kendaraan yang uji KIR semakin bertambah dalam setiap harinya.

Hal itu, di benarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Kota Sukabumi, Abdul Rachman.

Menurutnya, penggunaan Smart Card dan metode pembayaran KIR secara non tunai memudahkan masyarakat. Hal itu, berdampak terhadap meningkatnya kunjungan ke tempat pengujian KIR di kantor Dinas Perhubungan Kota Sukabumi.

“Setelah penggunaan Smart Card dan pembayaran non tunai, masyarakat semakin diindahkan tentunya, bisa dilihat kunjungan dalam setiap hari sekarang ini bertambah,” jelasnya.

Saat ini, masyarakat tidak lagi direpotkan dengan buku uji KIR yang terkadang gampang rusak. Dengan metode penggunaan Smart Card, para pemilik kendaraan angkutan umum dan barang hanya memegang kartu.

“Sebelumnya kan pakai buku, tidka jarang buku KIR itu rusak, jadi cukup ribet lah. Saat ini, hanya dengan kartu semua bisa terdata dengan sistem,” ujarnya.

Tidak hanya itu, penggunaan Smart Card juga menghindari tindakan pungutan liar ataupun kebocoran PAD dari uji KIR. Karna memang, petugas akan dengan mudah mendata kendaraan dan masa berlaku uji KIR.

“Kalau dulu kan mungkin tidka semua petugas di dishub, khususnya Dalops faham betul tentang buku KIR, saat ini kami sudah menggunakan aplikasi, tinggal menindak code pada kartu semua data kendaraan dan masa berlaku uji KIR akan terbaca,” terangnya.

Tinggalkan Balasan