Sulastri sudah 10 tahun ini berjualan di Kantin Plaza Kampus Universitas Gajah Mada. Mengikuti perkembangan zaman dimana anak-anak milenial jarang membayar cash, ia mulai memakai pembayaran nontunai.

“Di zaman milenial ini kita harus mengikuti perkembangan zaman. Anak-anak milenial sekarang ini gak seneng pakai cash lagi. Senangnya tinggal klik saja (via aplikasi). Jadi saya juga harus ngikutin,” ujar Sulastri.

Selama dua tahun ini, Sulastri menjadi mitra GoPay. Diakuinya, omsetnya terdongkrak setelah menggunakan pembayaran nontunai GoPay. “Manfaat buat saya, jadi bisa nabung setiap hari. Gak perlu langsung datang ke bank,” ujarnya.

GoPay Regional Head Jawa Barat & Jawa Tengah, Restu Haryadi mengatakan melalui pengalaman, GoPay membantu 380.000 mitra UMKM di seluruh Indonesia mengembangkan bisnisny. GoPay memahami pentingnya pendampingan langsung di lapangan melalui wadah yang guyub bagi para pelaku UMKM untuk belajar bersama.

Alasan itulah yang menjadi alasan GoPay melaksanakan Forum Pedagang Baik. “Mengenalkan metode transaksi nontunai saja tidak cukup, tapi harus diiringi dengan pemahaman mendalam mengenai teknologi digital agar dapat dimanfaatkan untuk memaksimalkan potensi bisnis mereka,” kata Restu Hariyadi.

Saat ini, GoPay telah menggandeng hampir 8.000 rekan usaha di Yogyakarta di mana hampir 96% di antaranya merupakan pengusaha UMKM.

Inisiatif GoPay untuk melaksanakan Forum Pedagang Baik ini mendapatkan dukungan positif dari Peneliti dan Pengajar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Gadjah Mada (FEB UGM), Dr Gumilang Aryo Sahadewo MAIa mengatakan bahwa efektivitas akses ke layanan keuangan digital terhadap profitabilitas UMKM bisa ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan bisnis seperti yang dihadirkan lewat Forum Pedagang Baik.

Menurutnya, pendampingan dapat membantu pelaku UMKM dalam mengadopsi teknologi dan layanan keuangan digital, memberikan informasi tentang permintaan konsumen, serta mengenalkan teknologi produksi baru untuk meningkatkan produktivitas UMKM.

“Forum Pedagang Baik adalah jembatan antara UMKM dengan inovasi dan produk solusi yang telah tersedia di pasar seperti GoFood, GoPay, dan lainnya. Forum ini juga menjadi sarana untuk mendengarkan masukan UMKM untuk pengembangan fitur GoPay sekaligus platform untuk kolaborasi usaha dan berbagi informasi antar UMKM,” kata Gumilang Aryo Sahadewo.

Selain di Yogyakarta, Forum Pedagang Baik telah dilaksanakan di 9 lokasi di Indonesia dan memberikan pelatihan kepada ratusan mitra pengusaha kecil. Berdasarkan hasil survei yang diikuti oleh peserta Forum Pedagang Baik, lebih dari 90% merasa program ini telah membantu mereka dalam pencatatan keuangan dan mengembangkan usahanya sehari-hari.

Penyusunan materi dirancang berdasarkan pengalaman Gojek beserta ekosistemnya dalam memberdayakan jutaan mitra driver dan ratusan ribu mitra UMKM. Forum Pedagang Baik menghadirkan pendampingan dan materi yang terdiri dari tiga pilar yang dirancang khusus untuk para pengusaha mikro.

Dalam pilar Baik Modal, GoPay tidak hanya menekankan pentingnya modal berupa materi, namun juga modal berupa soft skills seperti kemampuan dalam melayani pembeli sehingga pembeli bisa menjadi pelanggan. Dalam pilar Baik Penjualan, GoPay berikan pelatihan mengenai bagaimana cara mengelola bisnis yang baik.

Sementara itu, dalam pilar Baik Keuangan, GoPay melatih para pengusaha mikro agar dapat mengatur keuangannya dengan baik, termasuk cara memanfaatkan transaksi nontunai dan aset digital mereka secara maksimal.

“Dalam menjalankan Forum Pedagang Baik, GoPay terus terbuka dan mengajak berbagai pemangku kepentingan lainnya untuk berkolaborasi untuk menghasilkan dampak sosial yang lebih besar kepada masyarakat. Kami sangat terbuka dan mengajak berbagai pihak untuk bergotong royong meningkatkan perekonomian Indonesia dari piramida yang paling bawah,” imbuh Restu.

Upaya untuk terus memberdayakan pelaku sektor mikro melalui teknologi dan layanan keuangan menjadi penting bagi GoPay mengingat 50% masyarakat Indonesia belum terjangkau produk perbankan. 

Tinggalkan Balasan