Kepala Perwakilan Bank Indonesia Bali, Trisno Nugroho mengimbau wisatawan untukĀ  menggunakan cara nontunai lewat smartphone dalam segala bentuk transaksi di Bali saat pemberlakuan New Normal guna mencegah penyebaran Covid-19.

“Bank Indonesia Perwakilan Bali mendukung langkah Pemerintah Indonesia yang akan memberlakukan ‘new normal’ di beberapa provinsi untuk menghidupkan kembali gairah perekonomian,” kata Trisno Nugroho.

Khusus untuk Bali, apabila pemerintah menerapkan New Normal, pihaknya mengingatkan masyarakat agar waspada terhadap munculnya penularan Covid-19, karena sektor pariwisata, hotel, transportasi, darat, laut dan udara akan mulai normal dan wisatawan akan menikmati liburan ke Pulau Bali.

baca juga: BI Bali: Imbas Pandemi, 80.000 Merchant Gunakan QRIS

“Untuk itu, wisatawan yang datang ke Bali dianjurkan menggunakan transaksi dengan cara nontunai melalui smartphone yang dikoneksikan melalui ‘Quick Response code Indonesia Standards (QRIS). Cara ini bertujuan mengurangi interaksi dengan manusia ke manusia untuk mencegah penyebaran Covid-19,” ungkapnya.

Trisno Nugroho menjelaskan perekonomian di Bali mengalami perlambatan pada triwulan pertama dengan angka 1,4 persen, namun pihaknya optimistis pada 2021, ekonomi di Pulau Dewata akan perlahan pulih. Menurut dia, kunjungan wisman sempat meningkat di Bali pada triwulan I 2020, namun pertumbuhan kunjungan wisman menurun tajam di penghujung triwulan I 2020.

Oleh karena itu, Bali perlu merumuskan berbagai strategi dan inovasi untuk bisa terus bersaing dengan destinasi wisata lainnya di berbagai negara dalam menghadapi New Normal.

“Tren pariwisata diperkirakan akan mengalami perubahan. Pasca-pandemi, wisatawan akan mengedepankan aspek safety, hygene and cleanliness atau yang sering kita sebut sebagai kondisi New Normal,” katanya

Tinggalkan Balasan