Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) akan melakukan uji coba pengembangan akun virtual sebagai media nontunai haji pada tahun ini. Uji coba akan dilakukan di dua embarkasi, yakni Embarkasi Jakarta dan Jawa Barat.

Anggota Badan Pelaksana BPKH Ahmad Iskandar Zulkarnain menjelaskan saat ini fungsi akun virtual masih sebatas informasi dan distribusi nilai manfaat jamaah tunggu. Tahun ini nontunai ditargetkan dapat juga digunakan sebagai media pembayaran dan sumber dana e-wallet atau uang elektronik (e-money).

“Nontunai tahun ini tahapannya baru uji coba di dua embarkasi dulu, Jakarta dan Jawa Barat. Masih dibuatkan profil dulu jamaah hajinya,” ujar Iskandar dalam paparan kinerja BPKH 2019 di Jakarta, Rabu (22/1).

Media nontunai nantinya akan berupa e-money, ATM atau kartu debit. Nantinya kartu ini dapat diisi dengan jatah hidup ketika berangkat haji dan dapat diisi ulang nilainya oleh jamaah. Penggunaannya dapat digunakan untuk membayar dam (denda) dan dapat dikonversi dari rupiah ke riyal, begitupun sebaliknya. Dana ini pun dapat ditarik tunai di Arab Saudi melebihi Rp 2 juta.

Kartu ini juga dirancang agar bisa memberikan berbagai promo yang menarik bagi calon jamaah haji, dapat digunakan untuk alat pembayaran, dan belanja. Ke depan juga akan diintegrasikan dengan aplikasi di ponsel.

“Banknya belum diputuskan, harus yang bisa cocok dengan transaksi di Arab Saudi,” kata Iskandar.

Tinggalkan Balasan