Pedagang di 15 pasar tradisional pada tahun 2020 akan menerapkan pembayaran nontunai.

Transaksi dengan pembeli dilayani dengan memakai sistem Quick Respon Indonesia Standar (QIRS).

Petugas sekarang sedang mempersiapkan program tersebut dengan memberikan pelatihan dan sosialisasi ke pedagang. 

Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Sukoharjo Sutarmo, Minggu (5/1) mengatakan, peluncuran sistem QIRS sudah dilakukan di Pasar Gawok, Gatak dengan melibatkan Bank Indonesia (BI) pada akhir 2019 lalu. Pedagang disana sudah menerapkan pembayaran non tunai saat melayani pembeli. 

Sistem QIRS akan dikembangkan pada tahun 2020 dan ditarget sebanyak 15 pasar tradisional akan menerapkannya. Meski begitu petugas membutuhkan waktu untuk memberikan pelatihan dan sosialisasi kepada pedagang. Sebab penerapan pembayaran nontunai masih menjadi hal baru. 

“Transaksi pembayaran non tunai membutuhkan banyak kesiapan seperti sistem, alat, pembeli dan pedagang itu sendiri. Sebab nantinya dilakukan tanpa perlu membawa uang tunai namun cukup memanfaatkan kecanggihan teknologi,” ujarnya. 

Sutarmo menjelaskan, salah satu kendala penting dalam penerapan sistem QIRS yakni sumber daya manusia (SDM) khususnya pedagang. Sebab usia mereka sudah tua dan mengalami kesulitan saat menggunakan aplikasi pembayaran non tunai. Kendala ditambah dengan kesulitan menggunakan handphone android. 

“Pelan pelan petugas memberikan pengertian sampai pedagang paham. Sedangkan disisi lain pembeli juga harus disosialisasi karena ada peralihan,” lanjutnya. 

Pimpinan Cabang Bank Jawa Tengah Sukoharjo Agus Hastono mengatakan, pada tahun 2020 benar ditarget ada 15 pasar tradisional akan menerapkan sistem QIRS. Sistem pembayaran nontunai dalam transaksi pedagangan di pasar tradisional tersebut sudah diterapkan pertama di Sukoharjo di Pasar Gawok, Gatak. 

“Pembayaran nanti akan dilakukan melalui aplikasi uang elektronik server based, dompet elektronik atau mobile banking,” ujarnya. 

Di Pasar Gawok, Gatak sudah ada 14 kios dan los yang menerapkan sistem QIRS. Kedepan selama tahun 2020 jumlah pedagang disana akan ditambah lagi. Hal itu dilakukan untuk mendukung program pemerintah terkait pembayaran nontunai. 

“Ditiap kios dan los sudah memiliki QR atau code atau semacam barcode. Jika pembeli ingin membayar barang yang dibeli maka cukup menscan barcode tersebut dan memasukan berapa nominal pembelian,” lanjutnya. 

Pedagang Pasar Gawok, Gatak Wahyuni mengatakan, sudah ada beberapa pedagang menerapkan sistem QIRS di Pasar Gawok, Gatak sejak Desember 2019 lalu. Sistem tersebut diterapkan tidak hanya untuk melayani pembeli namun juga pembayaran retribusi semaunya dilakukan nontunai.

Tinggalkan Balasan