Ketua Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat (KDPM) MUI Pusat, Kiai Cholil Nafis mengatakan, pihaknya meluncurkan aplikasi dakwah MUI yang menginformasikan berbagai macam hal terkait persoalan dakwah sekaligus panduan praktis dalam beribadah.

“Selain memberikan panduan praktis dalam berdakwah, aplikasi dakwah MUI juga berguna untuk panduan ibadah sehari-hari,” ujar Kiai Cholil.

Seperti dilansir website resmi MUI, menurut Kiai Cholil, aplikasi dakwah MUI mudah diakses via smartphoe sehingga meningkatkan efektivitas dakwah di era milenial. Melalui aplikasi ini, terdapat peta dakwah sehingga para dai mudah mendapatkan informasi tentang problematika dakwah di daerah yang menjadi tujuan dakwahnya.

Para dai, terang Kiai Cholil, juga dapat mengakses panduan-panduan dakwah MUI, bahan ceramah, fatwa, dan keputusan-keputusan MUI agar masyarakat mudah mengakses dai-dai yang sudah mendapat rekomendasi MUI atau dai bersertifikat.

Dia menjelaskan, aplikasi ini juga memudahkan masyarakat mengetahui waktu salat, cara membayar zakat, menemukan masjid, menemukan restoran halal, mencari data-data keumatan, keberadaan kantor MUI, dan ormas Islam lainnya.

“Dalam aplikasi ini juga disisipkan program Alquran untuk memudahkan masyarakat membaca Alquran di mana saja mereka berada,” katanya.

Aplikasi ini sebagai pelayanan dan terobosan dalam metode berdakwah guna menjawab problematika dakwah. Generasi milenial ini memiliki karakter tersendiri karena dekatnya mereka dengan teknologi informasi, yaitu gadget. Makanya peluncuran apliksi dakwah dilakukan untuk mengikuti gaya hidup generasi milenial.

Gejala pengguna ponsel pintar Indonesia tumbuh pesat. Lembaga riset digital marketing Emarketer memperkirakan pada 2018 jumlah pengguna aktif ponsel pintar di Indonesia lebih dari 100 juta orang.

Tinggalkan Balasan