@mrtjkt

Terhitung mulai tanggal 1 April 2019, Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta mulai menjual kartu untuk naik MRT kepada masyarakat. Kartu yang diberi nama Kartu Jelajah ini sudah disiapkan dalam jumlah banyak. Sedikitnya 790 ribu kartu siap dijual ke konsumen.

Kartu Jelajah untuk naik MRT terdiri dari dari dua jenis, yaitu kartu “Jelajah Single Trip” untuk sekali jalan dan kartu “Jelajah Multi Trip” untuk perjalanan berkali-kali yang lebih fleksibel.

Direktur Utama PT MRT Jakarta William Sabandar mengungkapkan, untuk kartu Single Trip, pihaknya mencetak 490 ribu kartu. Sedangkan untuk kartu Multi Trip, saat ini sudah dicetak sebanyak 300 ribu kartu.

Kedua jenis kartu tersebut bisa dibeli masyarakat di kantor penjualan kartu yang terletak di setiap stasiun MRT. MRT Jakarta juga menyiapkan vending machine atau mesin penjualan kartu di setiap stasiun.

Mesin tersebut berfungsi sebagai sebagai tempat membeli kartu sekaligus tempat isi ulang. Kedua kartu tersebut baru akan berlaku efektif pada saat MRT Jakarta beroperasi komersil mulai tanggal 1 April 2019.

Beda “Single Trip” dan “Multi Trip”

Kedua kartu tersebut memiliki sistem kerja yang berbeda. Kartu Jelajah Single Trip disediakan untuk penumpang yang ingin turun di stasiun tertentu. Sehingga tarif yang harus dibayar disesuaikan dengan stasiun yang dituju.

Misalnya Anda ingin pergi dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Senayan. Maka tarif yang harus Anda bayar adalah sesuai tarif yang berlaku untuk perjalanan dari Lebak Bulus ke Senayan.

“Kalau saya beli tiket dari Lebak Bulus mau ke Senayan kan sudah tertentu (tarifnya). Dari Lebak Bulus mau Senayan berapa. Tapi saya mau turun Blok M boleh, tidak ada pengembalian. Kalau turunnya di Dukuh Atas maka harus penyesuaian,” jelas Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat kepada wartawan.

Sedangkan kartu “Multi Trip” cara kerjanya lebih fleksibel. Kartu itu bisa digunakan untuk naik dan turun di stasiun mana pun, dan harga yang Anda bayar sesuai dengan tarif antarstasiun yang berlaku.

Dengan demikian, kartu “Multi Trip” tidak hanya fleksibel tapi juga lebih efisien karena tidak ada saldo yang hangus.

Tinggalkan Balasan