PT Visionet Internasional (OVO) meluncurkan mesin jual otomatis berbasis digital Nontunai (smart vending machine), bernama OVO Smartcube. Perusahaan teknologi finansial (fintech) pembayaran ini berencana menyediakan 500 mesin hingga akhir tahun depan.

Chief Data Officer OVO Vira Shanty mengklaim, produk terbarunya ini merupakan smart vending machine pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan analisis data secara real-time. OVO Smartcube akan merekam tingkah laku dan demografi pelanggan.

“OVO SmartCube merupakan smart vending machine pertama di Indonesia yang memiliki kemampuan real-time data analysis dengan menyuguhkan pengalaman digital interaktif, sehingga mampu menyesuaikan produk serta layanan dengan kebutuhan dan kebiasaan pengguna. Setelah sukses dalam peluncuran tahap pertama di bulan Juli lalu, kami siap menjawab permintaan dari lebih banyak brand dan perusahaan, dengan menambah lebih banyak titik dan kota di Indonesia. Rencananya kami akan menambah 500 titik hingga akhir 2020 nanti,” jelas Vira Shanty, Chief Data Officer OVO.

OVO SmartCube juga dilengkapi dengan beberapa inovasi fitur yang dapat dimanfaatkan oleh banyak brand untuk mendekatkan diri dengan konsumennya, seperti memberikan contoh produk (product sampling), penjualan (selling), survei, pemasangan iklan (advertising), layanan isi ulang (top-up), beragam program deals/voucher, serta menampilkan video iklan dari banyak brand untuk menawarkan produk mereka.

Saat ini, ada beberapa pemegang merek yang sudah bekerja sama dengan OVO untuk mendapat insight. Di antaranya kosmetik asal Korea Selatan.

Sejak diluncurkan pada Juli lalu, OVO memperoleh beberapa insight dari OVO Smartcube. Salah satunya, waktu berbelanja di mal paling banyak pada sore hingga malam hari. Konsumen yang sering berbelanja di mal adalah perempuan.

Sedangkan di sekolah, waktu berbelanja paling banyak adalah sejak siang hingga malam hari. Konsumennya berusia muda dan paling banyak adalah perempuan. Di perkantoran, waktu berbelanja adalah pagi menuju siang. Konsumennya merupakan milenial, dan paling banyak adalah laki-laki.

Tinggalkan Balasan