Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) dan Visa, perusahaan pembayaran digital global kembali mengingatkan pentingnya menjaga keamanan kartu kredit menggunakan Personal Identification Number (PIN), sebagaimana digencarkan melalui kampanye WAJIPIN yang tengah berlangsung.

Kampanye ini untuk mendorong pemegang kartu kredit agar segera mengaktifkan PIN kartu kredit karena sesuai dengan mandat Bank Indonesia, mulai 1 Juli pemegang kartu kredit di Indonesia harus menggunakan PIN enam digit saat melakukan pembayaran dengan kartu kredit, karena autentikasi melalui tanda tangan tidak akan lagi diterima.

Semua transaksi kartu kredit yang tidak menggunakan autentikasi PIN akan langsung ditolak oleh mesin Electronic Data Capture (EDC) di merchant. Namun kartu kredit berteknologi contactless masih dapat digunakan untuk berbelanja tanpa perlu autentikasi PIN apabila nominal transaksi di bawah satu juta rupiah.

Baca Juga: Kartu Kredit untuk Transaksi Nontunai saat New Normal

Diketahui dalam survei kedua (Juni) yang dilakukan untuk menaksir level awareness, sebagian besar pemegang kartu (81%) mengungkapkan sudah mengetahui tenggat waktu tersebut namun 1 dari 4 pemegang kartu kredit Indonesia masih belum mengaktifkan PIN pada kartu kredit mereka.

“Hasil survei memperlihatkan bahwa inisiatif dari berbagai pemangku kepentingan, termasuk kampanye WAJIPIN bersama Visa, telah berhasil memenuhi tujuannya untuk meningkatkan kesadaran pemegang kartu kredit di Indonesia terkait dengan tenggat waktu 1 Juli 2020.

AKKI sepenuhnya mengapresiasi inisiatif-inisiatif dari semua bank dan dukungan Visa dalam menyebarkan informasi penting ini melalui berbagai medium, membantu industri bermigrasi ke autentikasi PIN sepenuhnya, dan pada gilirannya meningkatkan perlindungan konsumen saat bertransaksi menggunakan pembayaran digital,” ujar Direktur Eksekutif AKKI Steve Marta

Tinggalkan Balasan