Platform keuangan digital LinkAja menyatakan terjadi lonjakan transaksi di aplikasi tersebut hingga empat kali lipat sejak layanan tersebut beroperasi atau bisa mulai dimanfaatkan masyarakat pada awal Maret lalu.

Direktur Utama LinkAja Danu Wicaksana mengatakan para pemilik saham PT Fintek Karya Nusantara (Finarya), pengelola LinkAja, menargetkan transaksi hingga akhir tahun bisa tumbuh mencapai enam kali lipat atau 600 persen.

“Sekarang dari Maret sudah naik empat kali lipat atau 400 persen,” kata Danu.

Meski demikian, diakui Danu dibandingkan dengan dompet digital lainnya, transaksi LinkAja belum mencapai 10 persen dari pasar transaksi digital di seluruh Indonesia. Ia bilang LinkAja masih mengembangkan pasar agar lebih besar lagi.

“Kendalanya memang edukasi lalu internet juga harus diakui,” tutur Danu.

Ia bilang saat ini jumlah akun atau pengguna yang teregistrasi di layanan LinkAja mencapai 32 juta. Dari jumlah tersebut, diakui Danu hanya 23-25 persen yang berada di Jabodetabek atau kota besar. Sementara sisanya di luar Jabodetabek. Hal ini tentu berbeda dengan layanan keuangan digital lainnya yang kebanyakan penggunanya terkonsentrasi di kota besar.

“Kita cuma 1/4 persen di Jabodetabek. Misalkan di Sumatera 22 persen meski setiap harinya berbeda-beda. Tapi maksudnya kita benar-benar Indonesia, jadi tersebar di mana-mana. Bahkan di Maluku-Papua totalnya bisa 8-10 persen,” tutur dia.

Danu menambahkan target tujuan atau pasar LinkAja bukan pada masyarakat yang sudah mendapatkan akses perbankan dan berada di kota besar. LinkAja, sambung Danu, justru menyasar masyarakat yang ada di luar-luar kota besar agar bisa mendapatkan akses keuangan.

Tinggalkan Balasan