Uang elektronik (u-nik) LinkAja akhirnya resmi diluncurkan hari ini di Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, Minggu (30/6/2019). Peluncuran layanan nontunai milik pemerintah ini ditandai dengan penekanan kode QR oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla tepat pukul 19.00 WIB.

LinkAja merupakan uang elektronik berbasis server gabungan dari delapan perusahaan BUMN, yaitu empat bank plat merah yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara atau disingkat Himbara (Bank Mandiri, BNI, BRI dan BTN), Danareksa, Telkom, Pertamina dan Jiwasraya.

Sebelumnya, beberapa perusahaan BUMN tersebut sudah memiliki produk uang elektronik yang berbeda, yaitu TCash dari Telkomsel, ECash dari Bank Mandiri, My QR dan TBank dari BRI, TMoney dari Telkom, serta yap! dan UnikQu dari BNI.

Ketujuh produk tersebut lalu dilebur jadi satu di bawah payung perusahaan baru bernama PT Fintek Karya Nusantara atau Finarya. Finarya sudah mengantongi lisensi uang elektronik dari Bank Indonesia per 4 Maret 2019.

LinkAja sendiri mulai diujicobakan ke publik sejak 22 Februari 2019 dengan melebur uang elektronik milik Telkomsel, TCash, menjadi LinkAja.

Acara peluncuran LinkAja dihadiri oleh sejumlah menteri, di antaranya Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi.

Tertunda berkali-kali

Direktur Utama Finarya, Danu Wicaksana, mengungkapkan secara operasional LinkAja sebenarnya sudah bisa dinikmati masyarakat sejak awal Maret 2019.

“Sampai saat ini sudah jutaan masyarakat Indonesia yang menggunakannya. Hanya saja, seremoni peresmian memang sempat tertunda beberapa kali,” kata Danu yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur TCash dari Telkomsel seperti dikutip detikFinance.

Semula, LinkAja akan diluncurkan awal Maret, tapi diundur ke tanggal 13 April 2019, lalu mundur lagi ke tanggal 21 April. Pada bulan Mei, produk berteknologi QR code ini juga dijadwalkan meluncurkan pada tanggal 5 Mei, lalu berubah ke tanggal 22 Mei.

Lagi-lagi rencana peluncuran di bulan Mei tidak terwujud, Finarya kemudian mengumumkan jadwal baru peluncuran di tanggal 23 Juni, hingga akhirnya produk tersebut benar-benar diluncurkan malam ini, Ahad, 30 Juni 2019.

Danu menyampaikan alasan mundurnya peluncuran karena banyak pertimbangan, salah satunya terkait keamanan selama musim pemilu 2019.

Tinggalkan Balasan