Kini masyarakat yang hendak berzakat ataupun bersedekah di Masjid Raya Sumbar makin mudah. Pasalnya, Pemprov Sumbar melalui Bank Indonesia (BI) Sumbar telah memfasilitasi pengoperasian Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS). Program ini merupakan bersedekah secara nontunai.

Gubernur Irwan Prayitno menyambut baik penerapan QRIS karena lebih praktis dan mudah. Sebab, jika daerah ingin maju perlu melakukan digitalisasi. Dengan penggunaan QRIS ini maka membuat dana zakat yang masuk langsung terdata dengan jelas.

“Suatu daerah kalau ingin maju harus melakukan digitalisasi dan ini salah satu bentuk nyata, penggunaan QRIS membuat dana zakat yang masuk bisa langsung terdata,” kata Irwan Prayitno.

Sementara, Kepala Bank Indonesia Sumbar, Wahyu Purnama A mengatakan, pihaknya mendorong masyarakat untuk memanfaatkan teknologi pembayaran secara non tunasi melalui QRIS. Dengan satu barcode bisa digunakan di berbagai aplikasi di telpon seluler masing-masing.

“Dengan diterapkan QRIS di Mesjid tentu akan memudahkan masyarakat yang ingin bersedekah atau infak dengan jumlah tertentu langsung masuk ke rekening masjid tersebut,” kata Wahyu.

Lebih lanjut, kata Wahyu, pihaknya akan terus mensosialisasikan penggunaan QRIS untuk pembayaran infak atau sedekah menggunakan teknologi di masjid yang ada di Sumbar. Bagi pengurus masjid yang ingin menggunakan QRIS tinggal datang ke bank. Lalu, dalam satu sampai dua hari akan dikeluarkan barcode untuk ditempel di masjid.

“Saat ini penggunaan aplikasi nontunai belum banyak akan tetapi dengan sosialisasi ke masyarakat kedepannya QRIS akan lebih dikenal. Tentu kita minta perbankan juga imut mensosialisasikan dengan mencantumkan QRIS di barcodenya masing-masing,” ulas Wahyu.

Pada kesempatan itu, Ketua MUI Sumbar Gusrizal Gazahar menilai adanya QRIS di Masjid menjadi salah satu terobosan baru yang memudahkan masyarakat membayar zakat dengan nontunai. Dia menghimbau masyarakat untuk memperbanyak sedekah, apalagi saat ini diberi kemudahan dengan teknologi nontunai. 

Tinggalkan Balasan