Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Manado menggandeng PD Pasar, untuk mengajak pedagang di Pasar Bersehati gunakan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS).

Direktur PD Pasar Kota Manado, Stenly Suwuh menyebut kerjasama ini akan lebih menguntungkan para pedagang.

Pasalnya, ketika zaman berubah dan android bukan menjadi barang langka, sudah saatnya pedagang di pasar melakukan transaksi jual beli tanpa uang tunai.

“Sekarang zaman digital. Sangat penting apabila pedagang sudah miliki akun QRIS. Karena nantinya, pasti pembayaran nontunai akan menjadi tren di masa mendatang,” kata Suwuh.

Suwuh menambahkan, sebelumnya sudah ada 30 pedagang di Jalan Roda yang menggunakan aplikasi QRIS. Karena mereka tidak perlu lagi menyetor uang hasil jualan ke bank, karena saat bertransaksi dengan QRIS uang langsung masuk rekening.

“Sudah ada 30 pedagang di Jalan Roda menggunakan QRIS. Mereka sangat antusias, karena uang hasil jualan langsung masuk rekening,” tambahnya.

Staf khusus Humas PD Pasar, Iwan Moniaga menambahkan, inovasi dan terobosan terus dilakukan PD Pasar untuk menata pasar-pasar tradisional di Kota Manado.

“Kami terus berupaya menata pedagang di Manado. Inovasi dan kerjasama dilakukan PD Pasar dengan melibatkan pihak lain dalam kerjasama,” tukas Moniaga.

Di tahun 2020 ini, Bank BRI berkomitmen mengajak pelaku UMKM dan pedagang pasar untuk bertransaksi menggunakan QRIS.

Bank pelat merah ini fokus mengajak pelaku UMKM dan pedagang pasar di Kota Manado bertransaksi memakai QRIS.

“Salah satu targetkan kami adalah UMKM dan perdagang di pasar. Tahap awal BRI kerjasama dengan PD Pasar untuk mengajak pedagang di Pasar Bersehati dan Pasar Pinasungkulan beralih ke pembayaran digital,” kata Kakanwil Bank BRI Manado, Rudy Andimono.

Diketahui, QRIS adalah standar kode QR Nasional untuk memfasilitasi pembayaran kode QR di Indonesia. Produk ini dikeluarkan oleh Bank Indonesia untuk mengajak pedagang beralih ke pembayaran berbasis digital.

Tinggalkan Balasan