Presiden Joko Widodo mendukung revitalisasi pasar salah satunya transaksi di pasar tradisional menggunakan nontunai alias cashless.

Dukungan tersebut diucapkan ketika Jokowi menerima pengurus Asosiasi Pedagang Pasar Seluruh Indonesia (APSI) di Istana Merdeka Jakarta.

Sementara itu, wakil menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga mengatakan pertemuan Jokowi dan APSI membahas revitalisasi pasar tradisional.

“Soal pembangunan fisik dan nonfisik, hal-hal yang sifatnya bisa memberdayakan ketahanan pasar dan kemampuan pasar seiring berkembangnya zaman,” ungkap Jerry.

Salah satu point pembahasan revitalisasi pasar yakni menerapkan cashless atau pembayaran nontunai di pasar tradisional.  Selain itu, Jokowi dan APSI juga menyinggung pola distribusi barang di pasar tradisional. 

Menurut Jerry, ke depan BUMN turut dilibatkan dalam pendistribusian barang. Kualitas produk yang didistribusikan ke pasar tradisional dan modern pun harus sama. Dengan begitu, pasar tradisional bisa bersaing dengan pasar modern. 

“Pasar tradisional merupakan sumber ekonomi masyarakat, tentu kita tidak boleh meninggalkan pasar tradisional. Harus kita berdayakan, setarakan supaya bisa bersaing dengan pasar modern,” ujarnya.

Terpisah, Ketua Umum APSI Ferry Juliantoro mengaku menagih janji Jokowi di Pilpres 2019 untuk merevitalisasi pasar. Ferry juga meminta Jokowi tak hanya fokus pada pembangunan fisik pasar tapi memperhatikan pengelolaan dan kualitas barang di pasar tradisional. 

“Kemudian kami menyampaikan kepada Presiden bahwa selama ini keberadaan pasar itu hanya merujuk pada payung hukum Perpres dan Permendag. Kami merasa itu kurang cukup. Oleh karena itu, kami bisa mewacanakan untuk membuat Rancangan UU tentang pasar,” sambung Ferry. 

UU ini nantinya bisa menjadi jalan keluar bagi dikotomi pasar tradisional dan modern. Apalagi, saat ini berkembang anggapan pasar modern masuk kelas pertama. 

Tinggalkan Balasan