@mrtjkt

Untuk memudahkan calon penumpang MRT (baca: em-er-te), PT MRT Jakarta membuat Kartu Jelajah yang dirancang khusus untuk naik Moda Raya Terpadu. Kedua kartu tersebut, meskipun bentuknya sama, tapi fungsinya berbeda satu sama lain.

Kartu Jelajah Single Trip adalah kartu untuk satu kali perjalanan. Kartu ini disediakan untuk penumpang yang ingin turun di stasiun tertentu. Sehingga tarif yang harus dibayar disesuaikan dengan stasiun yang dituju.

Misalnya Anda ingin pergi dari Stasiun Lebak Bulus ke Stasiun Senayan. Maka tarif yang harus Anda bayar adalah sesuai tarif yang berlaku untuk perjalanan dari Lebak Bulus ke Senayan.

Jika Anda turun di stasiun sebelumnya, maka selisih uangnya tidak bisa dikembalikan. Sedangkan jika Anda turun di stasiun setelahnya, maka Anda akan dikenakan tarif penyesuaian.

“Kalau saya beli tiket dari Lebak Bulus mau ke Senayan kan sudah tertentu (tarifnya). Dari Lebak Bulus mau Senayan berapa. Tapi saya mau turun Blok M boleh, tidak ada pengembalian. Kalau turunnya di Dukuh Atas maka harus penyesuaian.”

Direktur Keuangan dan Administrasi MRT Jakarta Tuhiyat

Sedangkan kartu “Multi Trip” cara kerjanya lebih fleksibel. Kartu itu bisa digunakan untuk naik dan turun di stasiun mana pun, dan harga yang Anda bayar sesuai dengan tarif antarstasiun yang berlaku.

Dengan demikian, kartu “Multi Trip” tidak hanya fleksibel karena bisa digunakan untuk naik dari stasiun manapun dan turun di stasiun manapun. Tarif yang dikenakan disesuaikan dengan pemakaian. Selain fleksibel, kartu ini juga lebih efisien karena tidak ada saldo yang hangus.

Perbedaan lainnya adalah terkait masa berlaku kartu.

Kartu Jelajah Single Trip berlaku untuk tujuh hari setelah pembelian, dan setiap kali ingin digunakan harus diisi ulang sesuai dengan memasukkan stasiun yang dituju.

Sedangkan Kartu Jelajah Multi Trip masa berlakunya tak terbatas dan dapat diisi ulang kapan pun, sehingga jika saldo masih cukup, penumpang tidak perlu antri di loket pembelian tiket.

Fungsi kartu Multi Trip sama dengan uang elektronik (Unik) yang diterbitkan oleh bank. Hanya saja, Kartu Jelajah untuk saat ini hanya bisa digunakan untuk naik MRT Jakarta, sedangkan kartu nontunai dari bank bisa digunakan untuk beragam keperluan lainnya di luar stasiun MRT.

Saat ini, ada lima kartu Unik yang bisa digunakan untuk naik #MRTJakarta, yaitu E-Money dari Bank Mandiri, Brizzi dari Bank BRI, Tapcash dari Bank BNI, Flazz Bank BCA, dan Jakcard dari Bank DKI.

Sepanjang bulan April 2019, PT MRT Jakarta memberikan diskon atau potongan harga 50 persen untuk setiap penumpang yang naik MRT menggunakan Kartu Jelajah maupun Kartu Nontunai.

Tarif normal MRT Jakarta adalah sebesar minimal Rp 3.000 dan maksimal Rp 14.000.

Tinggalkan Balasan