Beberapa waktu lalu, pemerintah memblokir akses ke media sosial dan media percakapan terkait kerusuhan pascapemilu. Walhasil, masyarakat yang tidak bisa lepas dari medsos pun berbondong-bondong menggunakan virtual private network (VPN). Tapi mereka tidak sadar, bahaya keamanan mengancam.

Menggunakan VPN sembarang bisa membuat “mobile banking” Anda dibobol maling digital.

Bahaya mengancam khususnya untuk transaksi keuangan via mobile. Karena apabila Anda melakukan transaksi dengan menggunakan VPN, ada kemungkinan pihak penyedia VPN akan menyadap atau melakukan scamming transaksi tersebut.

Apalagi bila jaringan virtual yang digunakan adalah layanan gratis yang penyedianya belum terverifikasi. Risiko kebocoran data pribadi cukup rentang bila mengakses internet lewat jaringan seperti ini.

Secara teknis, server VPN bisa membaca data yang keluar dan masuk secara langsung. Selain risiko transaksi keuangan digital, penggunaan VPN gratisan juga berisiko terinfeksi spyware dan malware.

Ancaman tersebut dikonfirmasi oleh Executive Vice President Center of Digital BCA, Wani Sabu. Dia menjelaskan, untuk bertransaksi perbankan atau e-channel sebaiknya tidak menggunakan VPN free.

“Sebenarnya VPN bukan tidak aman, tetapi kalau free kita tidak paham sistemnya,” ujar Wina seperti dikutip Detik.com.

Tinggalkan Balasan