GO-PAY dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) menjalin kerja sama strategis dalam rangka mendorong digitalisasi masjid di tanah air. Dalam waktu dekat, uang eletronik (u-nik) GoPay akan menambahkan layanan donasi nontunai kepada masyarakat.

Kerja sama tersebut ditandatangani saat acara Milad DMI di Jakarta. Melalui kerja sama ini, GO-PAY akan memperkenalkan inovasi donasi digital berupa kode QR kepada ratusan ribu masjid di seluruh Indonesia yang berada di bawah naungan DMI.

Bagi GO-PAY, upaya ini merupakan bagian dari konsistensinya menyebarluaskan manfaat dan kemudahan donasi digital kepada masyarakat yang sebelumnya telah diwujudkan melalui inisiatif GO-PAY for GOOD. Acara penandatanganan Nota Kesepahaman disaksikan Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla yang juga menjabat sebagai Ketua DMI.

“Sebagai perusahan fintek, kami merasa bangga dan terhormat bisa bekerja sama dengan Dewan Masjid Indonesia yang memiliki komitmen untuk memudahkan masyarakat dalam beribadah, termasuk dalam berdonasi,” ungkap CEO GO-PAY, Aldi Haryopratomo, Rabu (17/7).

Selama lebih dari satu tahun ini, pihaknya konsisten dalam menghadirkan manfaat dan mengembangkan potensi donasi digital melalui program GO-PAY for GOOD. Kami berharap dengan terjalinnya kerja sama ini, semakin banyak masyarakat yang berdonasi, dan pengurus masjid juga dimudahkan dengan pengumpulan donasi yang aman dan transparan.

Jusuf Kalla pun berterima kasih kepada GOJEK atas kemampuan aplikasinya dalam membangun sistem. “Masjid ada di mana-mana, dan GOJEK juga ada di mana-mana. Jadi hal ini bisa menghubungkan masjid dengan UKM. Nanti, jemaah yang bikin usaha bisa dibantu dengan jalur-jalur pemasaran GOJEK,” ungkap Kalla.

Kerja sama ini sejalan dengan tugas dan tujuan DMI dalam meningkatkan ibadah dengan meningkatkan fasilitas, organisasi, dan pelaksanaan masjid menjadi lebih baik, salah satunya melalui kemudahan dalam berdonasi.

“Hari ini, kita tandatangani (kerja sama) dengan GO-PAY sebagai bagian dari GOJEK. Kenapa kita bekerja sama dengan GO-PAY, karena nantinya uang tunai di kantong kita akan berkurang dan semua transaksi mulai dari makanan dan sebagainya akan menggunakan handphone, sehingga menyumbang (ke masjid) pun akan semakin gampang,” imbuh Jusuf Kalla.

Dalam jangka panjang, Aldi menambahkan bahwa donasi digital memiliki potensi untuk turut membantu membangun Indonesia yang lebih sejahtera secara merata.

Tinggalkan Balasan