PT Astra International Tbk dan Go-Jek membentuk perusahaan patungan atau joint venture bernama PT Solusi Mobilitas Bangsa (SMB). Perusahaan ini memiliki layanan penyewaan kendaraan bagi mitra pengemudi yang belum memiliki kendaraan sendiri bernama GoFleet.

Selain menyewa kendaraan, pengemudi memiliki sejumlah keuntungan lain dengan menggunakan kendaraan GoFleet, yakni monetisasi dari pemasangan iklan. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan pelatihan khusus mengenai cara mengemudi, menyapa pelanggan, dan cara merawat kendaraan.

Presiden Direktur GOFLEET Meliza M. Rusli mengatakan, hal menarik lain ialah GOFLEET melakukan monetisasi kendaraan melalui pemasangan iklan. “(Iklan) ini bisa menjadi insentif tambahan bagi mitra-mitra pengemudi kami,” tuturnya.

Ilustrasi Tampilan GoFleet (foto: GoJek)

Adapun, kendaraan mitra GoFleet juga akan terhubung dengan Astra Fleet Management System. Dengan sistem tersebut, perusaahaan dapat memonitor lokasi dan kondisi kendaraan. Selain itu, pengemudi juga dapat menggunakan tombol darurat jika berada dalam situasi mendesak.

Sampai pengujung 2019, akan hadir ribuan mobil GOFLEET yang dikemudikan oleh mitra GOCAR.  Wilayah awal yang dibidik tentunya area padat seperti Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek). Pemesan GOCAR mana yang akan naik taksi GOFLEET tidak bisa ditebak, sebab sistemlah yang mengatur secara acak.

Sementara itu, CEO GOJEK Nadiem Makarim menuturkan, kerja sama dengan Astra merupakan perwujudan kolaborasi dan perpaduan kekuatan dua karya anak bangsa terdepan. “Ini untuk terus memajukan ekonomi digital Indonesia di mata dunia,” katanya. 

Populasi penduduk menjadikan Indonesia sebagai pendorong utama pertumbuhan ekonomi digital di Asia Tenggara. Penetrasi industri ride-hailing dan layanan antar makanan secara daring di Tanah Air diperkirakan baru 2-3% dari populasi, sedangkan di Tiongkok sudah mencapai 14%.

Tinggalkan Balasan