Bank DKI merealisasikan penggunaan Mobile-Point of Sale (M-POS) pada seluruh pintu gerbang utama Taman Impian Jaya Ancol sebagai bentuk komitmen pengembangan dalam menerapkan transaksi nontunai di beberapa tempat wisata di Jakarta.

Adapun penggunaan itu melalui layanan e-channel Bank DKI seperti JakCard Kartu Debit GPN baik Bank DKI ataupun bank lain serta menerima transaksi QR Code JakOne Mobile ataupun QRIS.

Sekretaris Perusahaan Bank DKI Herry Djufraini Bank DKI ingin agar setiap warga DKI Jakarta khususnya pengunjung Ancol merasakan kemudahan transaksi menggunakan layanan e-channel pada tempat-tempat wisata di Jakarta.

“Bank DKI terus mendukung Pemprov DKI Jakarta dalam melakukan sosialisasi mengenai transaksi nontunai,” kata Herry.

Pada era digitalisasi saat ini, pembayaran tunai dalam transaksi sehari-hari secara perlahan kini telah berubah menjadi nontunai. Dengan pertimbangan kemudahan dan cepatnya proses transaksi, transaksi nontunai telah menjadi primadona dalam setiap layanan yang ditawarkan oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJ), termasuk Bank DKI.

Herry mengklaim penggunaan layanan e-channel Bank DKI cukup efektif, salah satu manfaatnya untuk memangkas waktu antrean kendaraan maupun pengunjung, “Kita kan tahu bahwa tempat-tempat wisata di Jakarta selalu dipadati pengunjung dari berbagai kalangan,” ucapnya.

“Nah dengan layanan e-channel tersebut, waktu antrean menjadi lebih singkat, tanpa memikirkan uang kembalian karena tepat jumlah,” tambahnya.

Selain Taman Impian Jaya Ancol, JakCard Bank DKI juga dapat dipergunakan di Taman Margasatwa Ragunan dan Monumen Nasional serta Kawasan wisata Kota Tua. Untuk Taman Margasatwa Ragunan, JakCard Bank DKI dapat dipergunakan untuk pembayaran tiket masuk TMR, Children Zoo dan Pusat Primata Schmutzer.

Di kawasan wisata Kota Tua, JakCard dapat dipergunakan sebagai alat pembayaran tiket masuk di Museum Fatahillah, Museum Seni Rupa & Keramik serta Magic Art 3D Museum. “Hal ini merupakan perwujudan ekosistem transaksi nontunai yang dibangun lewat sinergi BUMD dan SKPD DKI Jakarta,” tutup Herry.

Tinggalkan Balasan