“Solusi dana tunai cepat. Gadai BPKB motor dan mobil. Hubungi ke nomor ini.” Begitu bunyi pesan SMS yang masuk ke ponsel dari nomor tak dikenal.

Pernah dapat SMS serupa? Atau menjumpai jejeran usaha gadai dengan spanduk besar bertuliskan “Gadai HP, BPKB, Laptop. Tanpa biaya admin, tanpa potongan bunga awal.”

Ya, saat ini usaha gadai swasta kian marak. Outletnya bukan cuma berada di pinggir jalan raya, tapi sudah merembet ke gang-gang perumahan. Entah itu resmi atau tidak. Sudah terdaftar atau mendapat izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau belum.

Yang pasti usaha gadai swasta dianggap solusi bagi masyarakat yang kepepet butuh duit. Tapi enggan ke Pegadaian yang jelas-jelas legal. Apalagi sampai mengajukan pinjaman online (pinjol). Lebih baik ke usaha gadai pinggir jalan, agunannya gak berat, serta proses dan syaratnya mudah. Biasanya hanya KTP dan barang jaminan.

Bunga selangit, tak dihiraukan. Yang penting uang cair dulu. Soal pembayaran yang berat akibat beban bunga selangit urusan belakangan. Ketika sudah tidak mampu bayar dan ditagih, baru deh ‘kebakaran jenggot.’ Ngadu sana sini.

Padahal sebelum menggadai, setiap orang punya kesempatan berpikir, sambil mencari tahu daftar perusahaan gadai swasta legal maupun yang bodong. Pasalnya usaha gadai sekarang ini semakin liar. Jadi, masyarakat harus hati-hati.

Ciri-ciri Gadai Resmi dan Gadai Ilegal

Perusahaan pergadaian adalah baik swasta maupun milik pemerintah yang melakukan usaha gadai, termasuk yang menerapkan prinsip syariah, yang diatur dan diawasi OJK. Artinya setiap perusahaan gadai swasta dan BUMN, wajib memiliki izin dari OJK dan legalitas hukum yang jelas. Jika tidak, berarti usaha gadai tersebut liar atau ilegal.

Supaya tidak tertipu, ini ciri-ciri gadai resmi dan gadai abal-abal:

Gadai Liar

1. Outlet atau tempat usaha tidak memiliki tempat penyimpanan barang gadai

2. Penaksiran atas barang jaminan gadai tidak tersertifikasi

3. Suku bunga yang dikenakan tinggi

4. Uang kelebihan dari lelang atau penjualan barang gadai tidak transparan dan dikembalikan kepada konsumen

5. Barang jaminan gadai tidak asuransikan

6. Surat Bukti Gadai tidak terstandar dan cenderung menguntungkan pelaku usaha pergadaian; dan

7. Tidak memiliki tanda terdaftar atau izin usaha pergadaian dari otoritas yang berwenang (OJK).

Tips Terhindar dari Jerat Gadai Liar

Fintech lending ilegal merajalela. Gadai ilegalpun bergerak liar. Siap “memangsa” korban bagi Anda yang tergiur dengan tawaran manis untuk mengatasi masalah keuangan Anda. Perhatikan dulu tips berikut ini agar Anda terhindar dari gadai ilegal:

1. Sebelum  menggunakan layanan gadai, kenali perusahaan, karyawan, dan produknya

2. Pastikan bahwa orang atau perusahaan yang menawarkan produk gadai telah memiliki izin atau tanda bukti terdaftar dari OJK

3. Memeriksa informasi perusahaan yang menawarkan produk gadai yang ditawarkan, seperti di situs resmi OJK

4. Mencari pembanding penawaran produk serupa di sekitar masyarakat, seperti membandingkan dengan produk tabungan bank atau lainnya

5. Penetapan suku bunga dan biaya-biaya tidak transparan

6. Perhatikan isi perjanjian gadai yang diberikan oleh perusahaan gadai yang merugikan konsumen.

Tinggalkan Balasan