Perkembangan transaksi nontunai uang elektronik hingga saat ini belum merata di Indonesia, dengan pola adopsi yang masih didominasi oleh masyarakat yang tinggal di kota-kota besar dan memiliki akun perbankan.
 
Fungsi uang elektronik sejatinya untuk membantu mencapai inklusi keuangan di Indonesia, sehingga masih menjadi tugas LinkAja untuk mencapai masyarakat yang belum memiliki akses perbankan (unbanked) di seluruh Indonesia (tidak hanya di kota besar).
 
Menyadari tantangan ini, LinkAja sebagai uang elektronik nasional turut berkontribusi mendukung penuh inisiatif dari Sekretariat DNKI, dibawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, dan dengan bantuan Bank Dunia, untuk secara proaktif memperluas ekosistem pembayaran nontunai untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
 
Inisiatif yang menjadi proyek percontohan ini diwujudkan dengan menciptakan ekosistem pembayaran nontunai di Desa Pegagan Kidul, Kecamatan Kapetakaan Kabupaten Cirebon, dan Desa Tanjung Batu di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur.
 
Demi mendukung akselerasi Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT) di seluruh lapisan masyarakat Indonesia, LinkAja turut berpartisipasi dalam sosialisasi dan implementasi penggunaan uang elektronik bagi warga desa, baik berupa pengenalan digitalisasi transaksi hingga praktek penggunaan aplikasi bagi para pemilik usaha (rumah makan, warung kelontong, penginapan) dan penduduk desa dengan ragam mata pencaharian, seperti  petani garam, nelayan,  hingga Pekerja Migran Indonesia (PMI) beserta keluarga masing-masing.

Sosialisasi yang dilakukan oleh tim LinkAja (foto: Arenalte.com)

Pada kesempatan tersebut, LinkAja menghadirkan experience booth yang memungkinkan para warga desa untuk merasakan pengalaman bertransaksi secara elektronik, dimulai dari bantuan  pengunduhan aplikasi, petunjuk cara penggunaan dalam bertransaksi, hingga bantuan pengisian saldo.

Berbagai permainan interaktif pun dihadirkan sebagai bagian dari edukasi dan sosialisasi. Kegiatan sosialisasi dan pendampingan dilakukan secara bertahap, mulai dari November 2019 hingga awal tahun 2020, untuk membantu para warga desa dalam menggunakan akun LinkAja secara mudah, nyaman, dan praktis.
 
Haryati Lawidjaja, Direktur Operasi LinkAja mengungkapkan bahwa kehadiran LinkAja pada lingkungan Desa Pegagan Kidul dan Desa Tanjung Batu, kini masyarakat desa yang umumnya masih termasuk golongan unbanked dapat memiliki akses untuk memenuhi kebutuhan esensial sehari-hari secara elektronik, mulai dari pembayaran berbagai jenis tagihan, pembelian pulsa dan paket data, transfer dana ke sesama pengguna, penarikan tunai tanpa kartu, bertransaksi di berbagai merchant di lingkungan terdekat secara aman dan mudah, hingga memanfaatkan fitur remitansi yang dapat digunakan oleh para PMI.
 
Mereka juga bisa mendapatkan kesempatan untuk memperoleh pendapatan tambahan dengan melakukan kemitraan bersama agen Layanan Keuangan Digital (LKD) yang telah bekerja sama dengan kami, untuk dapat menyediakan jasa pembayaran berbagai tagihan.
 
“Setelah mendapatkan akses layanan keuangan yang serupa dengan masyarakat perkotaan yang sudah masuk dalam golongan banked, besar harapan kami agar kesejahteraan mereka dapat meningkat dengan signifikan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan