Pembayaran dengan sistem nontunai menggunakan kartu Brizzi tidak hanya diterapkan Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat di Trans Metro Padang (TMP). Kini, tansaksi nontunai diperluas Pemkot hingga destinasi wisata.

Kepala Dinas Pariwisata dan kebudayaan Kota Padang, Arfian mengatakan, pemberlakukan pembayaran sistem nontunai untuk retribusi masuk objek wisata terhitung sejak Sabtu (23/11), khususnya di objek wisata Pantai Air manis dan Gunung Padang.

“Ini sesuai dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) untuk menghindari kebocoran anggaran,” ujar Arfian.

Pemberlakukan transaksi nontunai dinilai mampu meningkatkan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padang, serta efisiensi pengeluaran dari karcis masuk dan efektivitas pelayanan kepada masyarakat memasuki objek tanpa antrean yang panjang.

Arfian menyebutkan, Pemkot Padang menganggarkan senilai Rp100 juta setiap tahunnya untuk mencetak karcis retribusi masuk objek wisata Pantai Air Manis dan Gunung Padang. Dengan begitu, daerah setempat telah menghemat pengeluaran semenjak diaktifkan ya pembayaran melalui Brizzi.

“Apalagi diera serba digital ini, kita ingin masyarakat Kota Padang khususnya, dan pengunjung secara umum dipermudah dan menguasai percepatan teknologi,” sebutnya.

Sementara untuk pembelian Kartu Brizzi perdana beserta saldonya katanya, masyarakat ataupun pengunjung Pantai Aia Manih dan Gunung Padang sudah bisa membelinya agen-agen BRI.

Tinggalkan Balasan