Pemerintah resmi meluncurkan Kartu Pra Kerja. Kebetulan dalam situasi krisis seperti saat ini banyak perusahaan melakukan PHK. Lalu bagaimana cara mendapat Kartu Pra Kerja?

Pada tahap awal ini, baru ada empat wilayah yang akan mengimplementasikan Kartu Pra Kerja, yakni Bali, Kepulauan Riau, Sulawesi Utara, dan Surabaya.

Nantinya, peserta yang mendaftar Kartu Pra Kerja akan mendapatkan uang non tunai sebesar Rp 650.000, yang akan diberikan dalam tiga tahap. Uang ini hanya akan diberikan sekali seumur hidupnya saat menjadi peserta Kartu Pra Kerja.

Baca Juga: https://www.nontunai.com/sekarang-transfer-online-di-bank-bumn-bisa-sampai-rp-1-m/

Berikut syarat umum untuk mendapatkan Kartu Pra Kerja:

1. WNI berusia di atas 18 tahun

2. Tidak sedang menjalani pendidikan formal

3. Masyarakat yang terkena Putus Hubungan Kerja (PHK)

4. Pegawai, buruh, dan karyawan yang ingin meningkatkan keterampilan

5. Diprioritaskan pencari kerja usia muda

Cara Daftar:

Pada tahap awal di empat lokasi tersebut, pelatihan akan diberikan secara online. Hal ini untuk mencegah penyebaran virus corona atau COVID-19.

Nantinya, masyarakat yang ingin mendapatkan Kartu Pra Kerja harus mendaftar secara online melalui laman prakerja.go.id. Peserta wajib memiliki akun di laman tersebut, yang berisi biodata hingga latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja.

Sayangnya, tak semua pendaftar bisa langsung mendapatkan Kartu Pra Kerja. Pemerintah membatasi hanya 2 juta orang penerima di tahun ini.

Untuk itu, pendaftar yang telah memiliki akun di laman Pra Kerja, selanjutnya akan dilakukan tes dasar. Jika berhasil melalui tahapan ini, maka pendaftar akan mendapat notifikasi di e-mail apakah diterima atau tidak.

Jika tidak diterima, pendaftar tak perlu lagi membuat akun baru untuk mendaftar ulang. Pendaftar cukup memilih batch atau tahap selanjutnya, dan tinggal menunggu notifikasi di email untuk persetujuan mendapatkan Kartu Pra Kerja.

Tinggalkan Balasan