Memasuki usia ke-2, Ovo telah menjadi unicorn kelima Indonesia. Ovo melengkapi empat unicorn yang telah ada yaitu, Gojek, Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka.

Pada hari jadi ke-2, CEO Ovo Jason Thompson menegaskan perusahaannya berkomitmen menjadi platform pembayaran dan layanan finansial digital terdepan, serta mendorong pertumbuhan inklusi keuangan yang merata di Indonesia.

“Penggunaan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard) pada merchant adalah wujud komitmen kami dalam mengurangi penggunaan uang tunai,” ujarnya.

Foto: Merdeka.com

Pada kesempatan yang sama, Karaniya Dharmasaputra President Director Ovo menjelaskan, dalam dua tahun hadir di Indonesia, Ovo terus bergerak menuju solusi layanan finansial terpadu bagi pengguna dan mendukung pemerintah dalam menjalankan Gerakan Nasional Non-Tunai.

“Kami siap melayani seluruh masyarakat Indonesia, mulai dari perorangan, UMKM hingga institusi berskala nasional maupun regional,” imbuh Karaniya.

Dalam perayaan ulang tahun Ovo ke-2 ini, Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman turut menyampaikan, “Selamat kepada Ovo telah menjadi unicorn kelima di Indonesia. Ini prestasi yang luar biasa Indonesia sudah memiliki lima unicorn dalam lima tahun terakhir.” kata Luhut.

Hal senada disampaikan Rudiantara, Menteri Komunikasi dan Informasi, “Pasar Indonesia terbilang sangat besar jika melihat pada jumlah penduduknya yang mencapai 270 juta. Tidak bisa kalau hanya dilayani segelintir pelaku pembayaran digital yang ada. Dengan menyandang status sebagai unicorn dengan valuasi lebih dari 1 miliar dolar AS, pembayaran digital diharapkan dapat terus meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia.”

Perjalanan selama dua tahun, Ovo telah tersedia di lebih dari 300 kota di seluruh Indonesia. Melalui aplikasi Grab, Ovo juga menjadi solusi terbaik untuk menikmati layanan digital seperti transportasi dan pemesanan makanan. Ovo juga tersedia dalam aplikasi Kudo dan 1,7 juta agennya.

Tinggalkan Balasan