Tahukah Anda bahwa transaksi Nontunai sudah ada sejak tahun 1950? Transaksi tersebut kemudian terus berevolusi dan berkembang sesuai zaman yang dilaluinya. Namun, apakah semua orang sudah tahu cara aman bertransaksi  kartu nontunai mereka?

Jawabannya, adalah belum. Sebab sejak transaksi nontunai dilakukan, sejak jenis kartu nontunai masih dari kertas, chip EMV, hingga menggunakan teknologi biometrik pengenalan wajah, masyarakat masih saja da yang tertipu.

Tahukah Anda bahwa transaksi Nontunai sudah ada sejak tahun 1950? Transaksi tersebut kemudian terus berevolusi dan berkembang sesuai zaman yang dilaluinya. Namun, apakah semua orang sudah tahu cara aman bertransaksi  kartu nontunai mereka?

Meskipun memudahkan berbagai jenis transaksi pembelian dan pembayaran, tetap saja akan ada kejahatan yang harus kita waspadai. Olehnya, masyarakat harus mampu untuk memahami tata cara pemakaian kartu nontunai tersebut hingga bagaiamana cara melindungi dari tindakan kejahatan.

Di bawah ini, Nontunai.com merangkum berbagai tips untuk menghindari penyalahgunaan kartu Nontunai.

Pastikan koneksi aman saat bertransaksi.

Begitu banyak tautan email yang dikirim dalam sehari oleh para penipu untuk dapat mengambil data Anda. Tautan itu berupa situs web palsu yang dirancang untuk membuat target mengklik situs tersebut. Kemudian, mereka dengan leluasa akan mencuri data penting kartu Anda.

Karena itu, pastikan Anda mengunjungi situs-situs resmi pembelian online dengan menuliskan langsung di web browser Anda baik di laptop atau di smartphone Anda. Selanjutnya, periksa secara teliti keamanan web tersebut dengan melihat apakah ada conteng hijau atau link alamat web tersebut dimulai dari https:// (disertai gembok dan tulisan keterangan web).

Cara lain adalah,Anda disarankan untuk menghindari penggunaan WI-FI umum atau gratis, sebab para pelaku cyber crime menjadikan fasilitas ini sebagai tempat kerja mereka dan Anda adalah target empuk. Tapi tidak perlu khawatir, Anda juga dapat melindung web browser Anda dengan menginstal fitur keamanan seperti firewall serta software yang terbaru.

Struk pembayaran dan riwayat transaksi

Pernah mengalami saat-saat di mana Anda setelah belanja di sebuah restoran kemudian menemukan bahwa 16 digit nomor kartu Anda tercetak di struk? Mengerikan. Jika tidak bijak, maka nomor kartu itu bisa disalahgunakan oleh penipu.

Olehnya, Anda disarankan agar tidak sembarangan membuat struk pembayaran tersebut. Sebaiknya, kartu itu terlebih dulu dirobek, atau Anda dapat mengumpulkannya dan membakarnya saat sampai di rumah.

Cocokkan pula riwayat transaksi tersebut secara benar, baik itu secara online, dan print laporan di bank-bank terdekat secara berkala. Hal itu untuk mewaspadai ada transaksi yang tidak pernah kita lakukan terjadi. Jika ada, sesegera mungkin untuk menghubungi bank penerbit kartu agar kartu tersebut diblokir terlebih dulu.

Atau, jika Anda tengah dalam posisi genting, Anda juga dapat melakukan pelaporan melaui nomor-nomor call center atau custumer service yang telah disediakan.

Mengubah password secara rutin

Pelaku kejahatan cyber crime tidak akan pandang bulu untuk menyasar korbannya. Dalam sehari, disebutkan ada 30.000 situs web diretas. Bahkan, setiap tahun, jumlah situs yang diretas naik hingga 32 persen.

Dengan adanya kejadian itu, maka Anda patut berwaspada. Usahakan jangan menggunakan password kartu Anda itu-itu saja. Anda wajib mengganti password tersebut secara rutin agar data Anda aman dari kejahatan online.

Anda juga dapat membuat password Anda lebih kuat dengan menggunakan huruf kapitan, angka, bahkan silbil-simbol tertentu dalam komputer atau smartpohone Anda. Hindari pula penggunaan tanggal, bulan dan tahun lahir Anda, yang mudah ditebak.

Manfaatkan nontifikasi ekstra

Cara lain untuk menghindari penyalahgunaan kartu nontunai Anda adalah dengan memanfaatkan nontifikasi ekstra yang dikeluarkan oleh bank-bank penerbit kartu tersebut. Nontifikasi tersebut bisa berbentuk SMS, dan email.  

Sebagai info, saat ini bank dan Principal Card Network bahkan menyediakan fitur keamanan ekstra untuk para nasabah yang menggunakan kartu jenis Visa dan MasterCard. Sebut saja misalnya MasterCard menawarkan Secure Code yang berfungsi seperti PIN.

Sedangkan Visa memiliki fitur Verified by Visa. Dengan fitur ini, Anda berkesempatan untuk mendapatkan One Time Password (OTP) setiap kali melakukan transaksi pembelian dan pembayaran yang Anda lakukan di situs-situs online.

Adapun cara lainnya untuk menjaga kemanan kartu nontunai Anda adalah dengan menggunakan satu kartu saja. Dengan begitu, Anda akan gampang mengontrol kartu tersebu dari penyalahgunaan. Dengan demikian, jika terjadi kejahatan online, Anda hanya perlu mengubah dan mengawasi satu kartu saja.

Itu saja tips yang dapat kami bagi kali ini. Simak berbagai tips lain yang akan terus kami share kepada pembaca Nontunai.com.

Tinggalkan Balasan