Penerapan batas atas (capping) atau bunga kartu kredit dari 2,95 persen menjadi 2,25 persen menjadi angin segar bagi kebanyakan pengguna kartu kredit dari bank manapun. Kebijakan ini ikut pula mendorong pertumbuhan transaksi kartu kredit per Maret 2018 mencapai Rp 755,28 miliar, meningkat sebesar 9,28 persen jika dibandingkan pada Februari 2018 yang hanya Rp. 687,98 miliar.

Namun, apakah semua nasabah tahu bahwa batas maksimum bunga kartu kredit telah turun? Atau belum mendapatkan info atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 18/33/DKSP perihal Perubahan Keempat atas Surat Edaran Bank Indonesia Nomor 11/10/DASP tanggal 13 April 2009 perihal Penyelenggaraan Kegiatan Alat Pembayaran dengan Menggunakan Kartu?

Tenang saja, nontunai.com secara khusus akan membahas perihal ini. Meskipun surat edaran BI sudah dikeluarkan sejak lama, namun tetap ada saja yang tidak tahu, atau tidak mau ambil pusing atas berbagai kebijakan tersebut. Padahal, dengan mempelajari dan memahami semua perubahan ini, maka nasabah telah ikut memperbaiki sistem perbankan dan mengelola kartu kredit dengan bijaksana.

“Keputusan bunga 2,25 persen ini karena perlu ada perubahan bunga kartu kredit sejak penerapan capping di tahun 2012,” ujar Kepala Kebijakan Sistem Pembayaran dan Pengawasan Departemen BI, Eni V. Panggabean.

Untuk memberikan kelancaran terhadap proses tersebut, BI telah melakukan serangkaian sosisalsasi terhadap perbankan, agar segera menyesuaikan bunga kartu kredit dan mengatur struktur pendanaan kepada setiap bank untuk biaya yang harus ditanggung dengan harapan terjadinya lonjakan pengguna kartu kredit sebagai sistem pembayaran nontunai.

Dengan turunnya bunga kartu kredit tersebut, ada pula banyak manfaat positif terhadap kabar baik misalnya nasabah tidak perlu lagi membayar penuh kartu kreditnya, sebab sisa tagihan dibayar lebih ringan. Dapatkan bunga juga tarik tunai menjadi lebih ringan dari biasanya.

Selain itu, transaksi tarik tunai di ATM menjadi lebih ringan dari biasanya dari biasanya yang akan dikenakan biaya sekitar 4 hingga 6 persen setiap nasabah melakukan penarikan uang tunai. Terakhir, dapatkan kemudahan berbelanja online dengan cara cicilan menggunakan kartu kredit, sebab ada pula ecommerce dan merchants yang berani memberikan cicilan dengan bunga 0 persen.

Berikut surat edaran resmi dari Bank Indonesia (BI):

Sistem Pembayaran

RINGKASAN PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN BANK INDONESIA

Surat Edaran Bank Indonesia (SEBI) ini diterbitkan dengan didasari pertimbangan sebagai berikut:

  • dalam rangka penyelarasan dengan kondisi ekonomi terkini dan untuk mendorong efisiensi serta akseptasi masyarakat terhadap penggunaan Kartu Kredit, Bank Indonesia memandang perlu untuk melakukan penyesuaian terhadap batas maksimum suku bunga Kartu Kredit; dan
  • dalam rangka meningkatkan penerapan prinsip perlindungan konsumen Pemegang Kartu Kredit khususnya dalam hal penyampaian informasi mengenai pengakhiran dan/atau penutupan fasilitas Kartu Kredit, dipandang perlu mewajibkan Penyelenggara Kartu Kredit untuk menyampaikan pernyataan penutupan (closing statement) Kartu Kredit.

Hal-hal yang diatur dalam SEBI ini meliputi:

  • penyesuaian terhadap batas maksimum suku bunga Kartu Kredit;
  • dan kewajiban Penerbit Kartu Kredit untuk penyampaian pernyataan penutupan (closing statement) Kartu Kredit.

Paling lambat 6 (enam) bulan sejak tanggal 2 Desember 2016, Penerbit Kartu Kredit wajib menerapkan batas maksimum suku bunga Kartu Kredit yang ditetapkan oleh Bank Indonesia sebesar 2,25% (dua koma dua puluh lima persen) per bulan atau 26,95% (dua puluh enam koma sembilan puluh lima persen) per tahun pembelanjaan maupun transaksi tarik tunai.

Bank Indonesia dapat melakukan peninjauan kembali (review) atas besarnya batas maksimum suku bunga Kartu Kredit.

Paling lambat 6 (enam) bulan sejak tanggal 2 Desember 2016, Penerbit Kartu Kredit wajib memberikan pernyataan penutupan (closing statement) Kartu Kredit kepada Pemegang Kartu Kredit, yang paling sedikit memuat pernyataan bahwa:

  • fasilitas Kartu Kredit yang diberikan kepada Pemegang Kartu Kredit telah diakhiri dan/atau ditutup;
  • Pemegang Kartu Kredit telah menyelesaikan seluruh kewajibannya kepada Penerbit Kartu Kredit sehubungan dengan fasilitas Kartu Kredit yang telah diakhiri dan/atau ditutup; dan
  • Pemegang Kartu Kredit tidak akan dikenakan biaya dalam bentuk apapun di kemudian hari sehubungan dengan fasilitas Kartu Kredit yang telah diakhiri dan/atau ditutup.

Penerbit Kartu Kredit dapat menutup Kartu Kredit apabila terdapat alasan yang cukup dengan tetap wajib menyampaikan pernyataan penutupan (closing statement) yang dilengkapi informasi paling sedikit mengenai alasan pengakhiran dan/atau penutupan Kartu Kredit, serta informasi terkait mekanisme pemenuhan kewajiban yang masih harus diselesaikan oleh Pemegang Kartu Kredit.

Pernyataan penutupan (closing statementdisampaikan dalam bentuk surat dan/atau surat elektronik yang harus sudah sampai  pada alamat Pemegang Kartu Kredit paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelah tanggal dilakukannya pengakhiran dan/atau penutupan fasilitas Kartu Kredit.

Tinggalkan Balasan