Petani semakin dimudahkan dalam meningkatkan hasil produktivitas pertaniannya. Kartu Tani yang lahir dari kerjasama antara Kementerian Pertanian (Kementan) dengan BNI memberikan kemudahan dalam pembelian pupuk bersubsidi.

“Kartu Tani merupakan sarana akses layanan perbankan yang terintegrasi (simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman), juga berfungsi sebagai kartu subsidi/wallet. Secara khusus di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, Kartu Tani diperlukan petani untuk membantu produksi pertaniannya pada komoditas Padi, Jagung, dan Jambu Mete,” ujar Head of Region BNI Makassar Faizal Arief di Makassar.

Baca Juga: https://www.nontunai.com/cara-bni-syariah-bantu-masyarakat-terdampak-covid-19-rilis-fitur-smart-shadaqah/

Faizal mengatakan, Kota Baubau khususnya di Kelurahan Karing Karing, Kecamatan Bungi telah menerapkan teknologi informasi pertanian melalui pendataan Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Tani (E-RDKK) secara real time. Dari Pendataan tersebut, petani nantinya akan mendapatkan jatah subsidi pupuk melalui Kartu Tani sesuai dengan pendataan yang dilakukan oleh petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL).

BNI juga bekerja sama dengan Pupuk Indonesia Holding Company (PIHC) untuk penyediaan pupuk bersubsidi yang dapat dibayarkan secara non-tunai melalui Kartu Tani. Dengan demikian, pencatatan alokasi pupuk dan pembayarannya dapat dilakukan dengan lebih baik.

Faizal menambahkan bahwa Kartu Tani yang dibagikan kepada masing masing petani dapat dipastikan kevalidan dan keamanannya. Sebelum perbankan melakukan verifikasi data melalui sistem perbankan, Kepala Dinas Pertanian (Distan) setempat melakukan validasi data yang telah dihimpun oleh petugas lapangan.

Selain itu, Kartu Tani juga berfungsi sebagai identitas diri petani, sarana menabung, serta salah satu syarat untuk mendapatkan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) guna pembiayaan pertanian.

Tinggalkan Balasan