Bank Indonesia (BI) Perwakilan Bali mencatat sebanyak 80.717 merchant telah menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Jumlahnya meningkat setelah masa pandemi virus corona (Covid-19).

“Jumlah merchant yang mencapai 80.717 itu mayoritas berada di Kota Denpasar,” kata Kepala Perwakilan BI Bali Trisno Nugroho.

Baca Juga: https://www.nontunai.com/bank-indonesia-imbau-masyarakat-optimalkan-transaksi-nontunai/

Menurutnya, situasi pandemi saat ini mendorong orang lebih memilih mekanisme pembayaran nontunai. Karena itu, BI mendorong agar penggunaan QRIS bisa lebih massif. Termasuk mendorong pemerintah untuk menyalurkan bantuan melalui mekanisme nontunai seperti QRIS.

Dia menjelaskan, saat ini QRIS memang lebih banyak dimanfaatkan oleh pelaku UMKM di Kota Denpasar. Namun, mulai ada peningkatan penggunaan QRIS di beberapa kabupaten.

“Kalau melihat data merchant yang lebih dari 80 ribu itu sejatinya sudah meningkat sekitar 200 persen dibandingkan dengan data Januari. Tidak hanya di Denpasar, kami ingin hal yang sama juga bisa berkembang di Kabupaten Bangli, Buleleng dan sebagainya,” ucapnya.

Dia menilai, QRIS sangat mungkin untuk mengembangkan elektronifikasinya di Bali. Sebab, hampir tidak ada daerah di Bali yang masuk kategori blank spot dan penggunaan QRIS tergolong tidak sulit.

“Ke depan sosialisasi juga akan kami terus dorong menyasar kalangan mahasiswa, para pedagang di pasar-pasar tradisional, pengusaha muda, bahkan untuk parkir juga kami dorong dapat menggunakan ini,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan