Bank Indonesia (BI) mendorong inovasi dalam bertransaksi nontunai melalui pemanfaatan teknologi di sistem pembayaran, seperti QR Code. Langkah nyata yang telah dilakukan adalah fasilitasi dan business matching yang melibatkan Rumah Ibadah dengan beberapa perbankan di seluruh Jawa Timur dalam rangka memperluas implementasi penggunaan QR Code, dengan mengambil tema “Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, Pemecahan Rekor MURI penempelan QR Code terbanyak dikotak amal.”

Kepala Perwakilan BI Provinsi Jawa Timur Difi Ahmad Johansyah, menyampaikan bahwa pada tempat ibadah, terdapat transaksi atau perputaran uang, baik yang berupa zakat, infaq, sedekah atau semacamnya yang masih banyak menggunakan uang tunai dalam setiap transaksinya.

“Sehingga, kami memandang perlu mendorong penggunaan QR Code sebagai salah satu tools untuk mempermudah dan memperbanyak alternatif cara bertransaksi di kalangan masyarakat,” ujar Difi.

Adapun acara “Gerakan Elektronifikasi Rumah Ibadah, Pemecahan Rekor MURI penempelan QR Code terbanyak dikotak amal” ini merupakan rangkaian dari kegiatan Festival Ekonomi Syariah (FESyar) 2019 yang berlangsung 6-9 November 2019 di Surabaya, Jawa Timur.

Difi menuturkan, penggunaan QR Code sebagai sebuah alat untuk beragam hal sudah berkembang sangat pesat dalam beberapa tahun terakhir, sebagai contoh yaitu semakin luasnya penggunaan uang elektronik LinkAja, OVO, dan Go-Pay.

“Sementara itu, dari sisi pengelolaan dana, pemanfaatan QR Code ini juga diharapkan dapat meningkatkan transparansi manajemen dan akuntabilitas pengelolaan pendapatan serta pengeluaran bagi masing – masing pengelola Rumah Ibadah, karena langsung masuk dalam rekening tempat ibadah yang dikelola oleh pengurus,” lanjut Difi.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Komisi XI DPR RI Indah Kurnia, menyampaikan bahwa, ini adalah momen yang bagus kita mulai dari Jawa Timur, Surabaya dan bertepatan dengan hari Pahlawan besok. Seluruh inisiatif bermula dari Jawa Timur, termasuk implementasi QRIS di rumah ibadah.

“Saat ini penyedia QR juga lebih dimudahkan dengan adanya standar QR dari Bank Indonesia, dengan menggunakan uang elektronik apapun bisa langsung menyumbang dan secara non tunai. Sehingga dapat mempermudah pengguna dalam bersedekah di rumah ibadah tanpa ada batasan jumlah, jarak dan waktu. Ini suatu gerakan dan inisiatif yang sangat bagus!” tandasnya.

“Kami berikan penghargaan MURI kepada Bank Indonesia dan perbankan di Jawa Timur dengan adanya implementasi elektronifikasi (pemasangan QRIS) pada lebih dari 1.000 rumah ibadah, bahkan ini bukan hanya rekor Indonesia tapi masuk dalam rekor dunia” tutur Manajer MURI Ridha Al-Amin.

Tinggalkan Balasan