Saat ini berbagai produk emoney berlomba-lomba memberikan cashback maupun promo guna menarik konsumen. Tren ‘bakar uang’ ini pun bisa jadi bumerang bila program cashback dilakukan terus menerus dalam waktu panjang.

Menanggapi hal itu, Head of Corporate Communication GoPay Winny Triswandhani mengungkapkan bahwa kebijakan memberikan cashback pada Gopay hanya untuk memperkenalkan diri kepada masyarakat. Saat diperkenalkan pada 2017 lalu, Gojek memberikan berbagai promosi cashback karena pembayaran nontunai lewat emoney masih jarang dilakukan.

“Bakar uang, kalau cashback itu gak pernah jadi strategi strategi utama kita. Itu awalnya memang memperkenalkan agar masyarakat mau transaksi secara cashless,” ujarnya di Kantor Pusat PBNU, Jakarta, Selasa (17/12).

Ia mengungkapkan, pemberian cashback maupun diskon itu ditargetkan untuk konsumen yang tidak terbiasa menggunakan pembayaran cashless. Dengan memancing konsumen lewat cashback pun menjadi daya tarik untuk beralih melakukan pembayaran via handphone.

“Jadi cashback itu cukup efektif untuk switch (berpindah) karena terbukti awal kita launch di 2017 itu kita dapet award dari BI sebagai fintech aktif untuk nontunai karena memang transaksi kita paling tinggi untuk emoney lainnya di 2017, tapi kita sadar bahwa cashback itu bukan strategi utama, kalau kita liat itu cashback kita jarang atau paling kecil, tapi kita selalu kasih promo itu secara strategic jadi itu lumayan berfungsi di segmen-segmen tertentu,” ujarnya.

Meskipun selektif dalam memberikan promo, saat ini GoPay menjadi emoney paling banyak dipakai oleh masyarakat Indonesia. Sebab, yang dicari oleh konsumen bukan hanya promonya tapi juga kemudahannya.

“Seperti apakah mereka gampang memakai (GoPay), reliable, apakah ada inovasi dan fitur-fitur lain yang berfaedah. Kita udah diterima (penggunaannya) di pasar, koin NU, mall, SPP, pariwisata, alhamdulillah kolaborasi ini memperkuat pengguna kita karena GoPay ada di mana-mana,” tuturnya.

Transaksi GoPay digandrungi untuk transaksi transportasi serta makanan dan minuman. GoPay pun saat ini telah beroperasi di 300 kota di Indonesia yang juga dibantu melalui ekosistem Gojek.

“50 persen transaksi Gojek pakai GoPay. Cuma Gojek tiap minggu buka di kota baru. Asumsinya begitu Gojek masuk, masyarakat gak langsung pakai Gopay. Jadi kita ikutin perkembangan Gojek sambil kita kembangkan layanan di luar Gojek,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan