Uang bagai dua sisi mata pisau. Di satu sisi dapat membawa manfaat. Tapi di sisi lain bisa memberi mudarat bagi mereka yang tak mampu menggunakan uang dengan bijak.

Faktanya, dengan uang, kamu bisa membeli apapun. Tak peduli berapapun harganya. Asal ada uang dan jumlahnya cukup, ya dibeli.

Jadi, uang bisa bikin orang bahagia? Mungkin dari kamu ada yang setuju, ada juga yang tidak. Yang pasti intinya adalah jika memiliki uang yang bersumber dari gaji maupun sumber lain, pakai untuk memenuhi kebutuhan pokok.

Gunakan uang dengan baik, atur sedemikian rupa agar hidupmu saat ini dan ke depan terjamin. Masa tua tenang, bisa hidup enak, sejahtera karena finansial tercukupi.

Di balik itu, ternyata masih banyak mitos menarik tentang keuangan yang berseliweran dan dipercaya orang. Apakah kamu termasuk salah satunya? Berikut mitos-mitos tersebut versi Nontunai.com:

Uang Adalah Segalanya

Banyak orang terlalu mendewakan uang. Bahkan menilai kalau uang adalah penentu kebahagiaan seseorang. Padahal nyatanya tidak.

Uang yang tidak dikelola dengan baik, justru bisa menjadi boomerang yang dapat menghancurkan hidup seseorang. Contohnya saja gaya hidup konsumtif dan hedon, dapat menjerumuskanmu dalam tumpukan utang.

Uang memang penting, tapi tidak mutlak menjadi ukuran kebahagiaan yang sesungguhnya. Sejatinya, kebahagiaan diciptakan dan berasal dari diri sendiri, bukan dari yang lain.

Lebih Baik Menabung Daripada Investasi

Mitos ini belum tentu benar. Faktanya investasi lebih menguntungkan dibanding menabung. Sebab bunga atau imbal hasil yang diperoleh dari investasi lebih tinggi, bahkan bisa berkali-kali lipat daripada tabungan walaupun dalam jangka waktu yang sama.

Tentu saja hal ini sebanding dengan risikonya. Tapi ada kok investasi yang rendah atau minim risiko, seperti emas, reksadana, deposito, surat utang negara, dan lainnya. Kalau mau ‘menggandakan uang,’ cara paling tepat adalah dengan investasi.

Namun demikian, bukan berarti menabung tidak memberi manfaat. Menabung adalah salah satu komponen pos anggaran yang wajib ada dalam sebuah perencanaan atau mengatur keuangan. Menyisihkan 10% dari gaji bulanan untuk tabungan karena uangnya dapat ditarik sewaktu-waktu saat membutuhkan uang tunai.

Naik Kendaraan Pribadi Agar Lebih Hemat

Mitosnya sih naik kendaraan pribadi bisa jauh lebih hemat dibanding transportasi umum. Tidak perlu antre beli tiket, berdesak-desakan, dan paling penting biar lebih murah.

Faktanya, naik kendaraan pribadi untuk jarak jauh justru merugikan. Apalagi kalau macet, berapa banyak bensin dan tenaga yang terbuang. Sementara kalau naik kendaraan umum, kamu sudah bisa bayar dengan harga bersih.

Artinya mau macet atau tidak, tarifnya tetap segitu. Tidak capek pula. Tinggal duduk, bahkan bisa tidur di kendaraan umum, karena sudah ada pak supir yang menyetir.  

Hanya Mitos, Tak Perlu Berlebihan

Bagaimana? Kini sudah tahu kan kalau itu semua hanyalah mitos belaka seputar uang yang kebenarannya tidak bisa dibuktikan. Jadi tidak perlu berlebihan. Lakukan saja apa yang menurutmu benar dengan uang tersebut. Yang terpenting adalah kamu dapat mengelola uang secara tepat agar dapat memperoleh manfaatnya.

Tinggalkan Balasan